Berita

Penulis Australia Kunjungi Indonesia

KAMIS, 04 OKTOBER 2012 | 15:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sejumlah penulis dari Australia akan berkunjung ke berbagai wilayah di Indonesia sebagai bagian dari peningkatan program anak-anak dan pemuda Ubud Writers and Readers Festival.
 
Para penulis Australia yang akan ambil bagian dalam program tersebut adalah, novelis Colin Falconer dari Australia Barat, novelis Inez Baranay dari Sydney, penulis fiksi anak-anak dan dewasa Jon Daust dari Australia Barat, dan penulis dan wartawan Ruby Murray dari Melbourne.
 
Prakarsa ini akan membawa para penulis ke Aceh, Jakarta, Makassar (Sulawesi), Banjarmasin (Kalimantan) dan Kupang (NusaTenggara Timur).  Diantara organisasi kesenian dan kepemudaan di mana mereka akan bekerja adalah Komunitas Tikar Pandan, Komunitas Komseni, Komunitas Payingkul, dan Komunitas Sastra Papua.
 

 
Dengan dukungan dana dari Lembaga Australia Indonesia, para penulis akan memberikan lokakarya sehari yang dikembangkan oleh masing-masing penulis bersama dengan tokoh masyarakat, penulis di tanah air dan pemuda.
 
Menurut Produser Eksekutif UWRF Jane Fuller, para penulis akan ambil bagian dalam forum terbuka untuk penulis, penyair, pemikir, pemimpin masa depan, dan penulis lagu yang sedang tumbuh serta mahasiswa dan anggota masyarakat yang berminat.
 
"Gagasan di belakang program ini adalah untuk mengembangkan jangkauan UWRF di luar Bali dan untuk memperdalam hubungan yang telah terjalin antara festival dengan masyarakat melalui program kesusasteraan, penulisan, gagasan dan melek huruf," tutur Fuller.
 
"Masyarakat, para penulis, penulis yang sedang berkembang dan para peserta lainnya akan berkumpul bersama untuk belajar, berkiprah, berbagi dan berdiskusi tentang kesusasteraan dan gagasan. Mereka semua akan mendapat kesempatan untuk mendiskusikan pikiran dan perspektif mereka dengan penulis tamu, yang memfasilitasi pertukaran gagasan, proses dan jaringan," tuturnya lagi.
 
Sementara Duta Besar Australia untuk Indonesia, Greg Moriarty, mengatakan program anak-anak dan kepemudaan merupakan contoh yang luar biasa dari kolaborasi dan pertukaran silang-budaya Indonesia-Australia.
 
"Para penulis Australia akan menjadi duta besar kebudayaan untuk Australia," tutur Dubes Moriarty.
 
"Ini merupakan suatu kesempatan untuk mengembangkan saling pengertian di Indonesia dan Australia tentang mutu dan keanekaragaman kesusasteraan negara lain. Hal ini juga akan memberikan kesempatan untuk mengembangkan pemahaman silang-budaya dan mendirikan hubungan jangka-panjang dengan para penulis dan masyarakat yang mereka kunjungi serta orang yang mereka temui dari seluruh Indonesia," imbuhnya.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya