Berita

wiranto

PILPRES 2014

Inilah Empat Jenderal yang Diramal Bakal "Bertarung"

KAMIS, 04 OKTOBER 2012 | 12:23 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Purnawirawan TNI yang akan bertarung pada pemilihan presiden pada 2014 mendatang harus didukung partai politik. Karena kecil kemungkinan calon independen diberi peluang untuk meramaikan bursa.

Pengamat politik Gun Gun Heryanto menilai, bila ukuran kedekatan dengan partai politik, ada empat purnawirawan jenderal yang diprediksi bakal maju di 2014. Yaitu, tiga mantan Panglima TNI, Jenderal (purn) Wiranto, Jenderal (purn) Endriatono Sutarto dan Marsekal (purn) Djoko Suyanto. Dan satu lagi, mantan Pangkostrad Letjen (purn) Prabowo Subianto.

"Djoko Suyanto akan dipertimbangkan oleh Demokrat, Endriartono Nasdem, Prabowo Gerindra, Wiranto dari Parai Hanura. (Mereka akan) menjadi RI 1 atau RI 2 dari partai masing-masing," ungkap Gun Gun kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 4/10).

Djoko Suyanto memang bukan anggota Partai Demokrat. Tapi, menurut Gun Gun, kedekatan pendiri Demokrat SBY dengan Djoko Suyanto sudah terbangun lama.

Meski begitu, kedekatan dengan Presiden RI itu tidak cukup menjadi modal bagi Djoko Suyanto untuk mengantarkannya didiorong partai penguasa itu menjadi calon presiden. Makanya, Menko Polhukam itu kemungkinan akan didorong untuk jadi cawapres.

"Karena popularitas dan elektabilitasnya tidak memadai, meski masih ada waktu. Berbeda dengan Prabowo. Sementara Endriartono di-back-up Nasdem. Hampir semua media di jejaring Nasdem bisa meningkatkan popularitas dia," sambung Gun Gun.

Terlepas dari partai, masih kata Gun Gun, pilpres itu bicara figur. Yaitu, seberapa kuat dan intens para jenderal itu melakukan political marketing atau penetrasi ke suara-suara tradisional. Jadi bukan hanya mengandalkan basis dukungan konvensional dari kalangan militer.

"Seperti yang dilakukan Prabowo mendekati pedagang, nelayan, petani. Ini contoh penetrasi dan itu sudah dilakukan sejak 2009," ungkap Gun Gun.

Selain partai dan figur, apakah para jenderal itu memiliki track record yang baik dan memadai pada masa aktif di militer dan juga setelah menjadi bagian dari kelompok profesional, yaitu setelah pensiun.

"Juga termasuk seberapa besar beban sejarah yang melekat kepada dia yang bisa jadi penghalang. Misalnya Prabowo terkait isu HAM. Jelang pertarungan itu bisa kembali diangkat. Begitu juga dengan militer lainnya," beber Gun Gun.

Para jenderal yang akan maju di 2014 diyakini akan ditracking beban sejarahnya. Dan itu, tambah Gun Gun, akan menentukan tingkat keterpilihannya. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya