Berita

presiden sby

Presiden SBY: Tiga Tanda Zaman yang Harus Dicermati dan Dipahami

SELASA, 02 OKTOBER 2012 | 11:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak semua pihak untuk mencermati perkembangan dunia dan juga memahami tanda-tanda zaman yang terjadi dua dasawarsa terakhir ini.

Pertama adalah tanda-tanda zaman yang mengubah corak dan tatanan dunia yang terjadi pada medium 1980-an. Yaitu gerakan pembebasan dan keluar dari tekanan perang dingin.

"Kita saksikan tembok Berlin runtuh. Dan itu menandai era baru dalam tatanan global, era baru dalam geopolitik yang diyakini terus berlangusung. Yang itu semua sebenarnya sebuah tanda-tanda zaman bahwa di dunia tempat kita hidup ini telah terjadi perubahan fundamental pada tatanan politik, perdamaian, dan keamanan dunia," kata Presiden saat membuka acara Rapimnas Kadin di Jakarta (Selasa, 2/10).

Tanda-tanda jaman kedua terjadi pada akhir tahun 2000-an. Yaitu, kriris yang terjadi di berbagai tempat di dunia, bahkan negara-negara maju, negara kuat justru menghadapi kesulitan yang cukup serius sekarang. "Padahal negara negara maju itulah yang selama ini mengembangkan ajaran dan teori ekonomi yang dianut hampir semua bangsa di dunia," ungkapnya.

Dari tanda jaman kedua itu, masih kata Presiden, pelajaran  yang bisa dipetik adalah ada sebuah keharusan sejarah untuk memikirkan dan meninjau kembali teori, ajaran dan sistem perekonomian dunia.  "Lebih baik kita menyadari seperti itu daripada kita terlambat. Menyadari bahwa dunia telah berubah yang memerlukan penyesuaian," lanjutnya.

Sedangkan tanda jaman ketiga yaitu peristiwa yang terjadi di awal tahun 2010-an dan sampai sekarang masih berlangung. Yaitu adanya gerakan di berbgaai negara untuk mencari keadilan, yang disimbolkan lewat gerakan occupy movement.Gerakan ini berasal kelompok bangsa di banyak negara yang melakukan interupsi pada dominasi kapitalisme yang berlebihan, termasuk dominasi dunia perbankan dan perusahaan besar dunia yang dianggap terlalu mementingkan dirinya sendiri dan kurang mementingkan rasa keadlian bagi kehidupan rakyat di negeri itu.

"Dari tanda jaman ketiga, yang dapat kita petik dan pahami adalah, menurut pendapat saya, adanya keharusan untuk memikirkan dan melakukan kerja sama global dan juga upaya nasional agar ekonomi yang kita jalankan ini di masa depan semakin memberikan rasa keadilan," papar Presiden.

Atas dasar itulah, pemerintah menjalankan kebijakan empat jalur, yaitu pro pertumbuhan, penciptaan lapangan pekerjaan, pengurangan kemiskinan, dan pro pemeliharaan lingkungan. "Termasuk program pro rakyat empat cluster yang semua itu bertujuan untuk memberikan keadilan lebih besar dan mencegah kesenjangan yang semakin besar antara the have dan the have not," tandasnya. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya