Berita

Mahfud MD

Wawancara

WAWANCARA

Mahfud MD: Kiai NU Se-Jawa Dukung KPK, Undang Abraham Ke Pesantren

SENIN, 01 OKTOBER 2012 | 10:29 WIB

Abraham Samad Cs diundang ke kantong-kantong Nahdlatul Ulama (NU) sebagai bentuk dukungan terhadap KPK.

“Pak Abraham dengan gembira sudah menyatakan kesediaannya datang ke sejumlah pesantren un­tuk berbicara masalah korupsi,’’ kata Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD kepada Rak­yat Merdeka, kemarin.

 Soal kapan mulai dilakukan kun­jungan ke pesantren itu, Mah­fud mengatakan, secepatnya. Se­mua itu tergantung kepada pim­pinan KPK.

‘’Pak Abraham sudah menen­tukan tanggalnya untuk berkeli­ling ke kantong-kantong ulama dan santri. Ini bentuk dukungan kepada KPK agar terus melaku­kan pemberantasan korupsi,’’ pa­par bekas Menhan itu.

Berikut kutipan selengkapnya:


Pesantren mana yang perta­ma dikunjungi?

Pesantren-nya Pak Kiai Hasyim Muzadi, yaitu Al Hikam, Ma­lang, Jawa Timur. Yang hadir di sini para kiai se-Jawa non struk­tural ormas yang punya pengaruh lang­sung di tengah masyarakat. Pak Abraham akan berbicara masalah korupsi.

 

Kenapa kiai NU ikut mene­riakkan pemberantasan ko­rup­si?

Ya dong. Pemberantasan ko­rup­si itu harus diteriakkan dari pe­santren dan para kiai agar para kiai lebih total menyuarakan pem­berantasan korupsi.


Bukankah selama ini para ula­ma sering berbicara soal korupsi?

Nasihat-nasihat halus itu se­karang nggak digubris lagi. Ma­ka­nya harus bicara agak keras untuk amar ma’ruf nahi mung­kar. Kemudian Abraham dan teman-teman KPK diminta untuk memberi kuliah umum di depan para ulama mengenai korupsi dan menampung pandangan ulama.


Kapan persisnya mulai men­datangi pesantren itu?

Saya kira tidak sampai sebulan ini sudah mulai. Pak Abraham su­dah menjanjikan mencari hari-ha­ri kosong untuk menyempat­kan diri ketemu para ulama. Ada dua tang­gal yang diberikan dan akan dica­rikan tanggal-tanggal lain­nya.


Apa kiai dari Jawa saja yang hadir?

Untuk sementara ini fokusnya dari Jawa dulu. Pertemuan beri­kut­nya dihadirkan kiai dari luar Jawa seperti dari Palu, Makassar, Medan, Lampung, Aceh, dan lainnya.

Anda hadir dalam perte­muan itu?

Saya tentatif saja. Saya kan bi­sa hadir dalam acara lain yang ham­pir sama. Saya bisa ketemu de­ngan para ulama.Begitu juga de­ngan Pak Abraham. Saya kan sudah terbiasa dengan komunitas seperti itu.

Saya akan perlihatkan ke Abra­­ham bahwa para kiai dan san­tri mempunyai kepedulian menyela­mat­kan negara ini. Na­sionalisme kita ke depan tidak di­bangun de­ngan kekuatan ber­senjata untuk melawan musuh. Ta­pi harus melalui penegakan hu­kum dan keadilan.

Dalil-dalil sudah dikem­bang­kan para ulama. Maka mau tidak mau, KPK menjadi ujung tombak yang harus kita perkuat posisi dan perannya serta harus berani mela­wan siapa pun yang mencoba-coba melemahkan pemberanta­san korupsi.


Apakah tidak akan membuat iri kepolisian, karena sedang ada konflik KPK vs Polri?

Nggaklah. Kalau perlu Kapolri juga kita undang untuk menyam­paikan visinya dan dapat masu­kan serta doa dari ulama. Kami sa­ma sekali tidak ikut dalam kon­troversi itu.


Apakah tidak akan membuat iri kepolisian, karena sedang ada konflik KPK vs Polri?

Nggaklah. Kalau perlu Kapolri juga kita undang untuk menyam­paikan visinya dan dapat masu­kan serta doa dari ulama. Kami sa­ma sekali tidak ikut dalam kon­troversi itu.


Apa pembicaraan Anda de­ngan Abraham saat bertemu di KPK  membicarakan kasus ter­tentu?

Ada beberapa info yang tidak terbuka kepada publik atas kasus-kasus yang kami dengar langsung dari Pak Abraham. Itu juga ber­harga bagi kami.


Saat ini apa kekurangan KPK?

KPK itu kekurangan SDM, bu­kan hanya jumlah. Tapi juga struk­turalnya yang kurang. Se­bab, bergantung pada institusi lain se­lama ini. Sebenarnya, orang-orang KPK itu menurut kami sudah efek­tif dan bagus dalam bekerja. Tapi SDM masih kurang.


Buktinya apa kalau KPK sudah efektif?

Dalam catatan KPK lebih 16 ribu laporan yang harus disele­sai­kan. Sementara yang bisa dise­le­saikan dalam setahun hanya 25 ka­sus. Tetapi semuanya efektif, tidak ada yang meleset.

Melihat dari banyaknya lapo­ran itu, kinerja KPK sangat berat. Maka orangnya harus betul-betul tangguh, dan personelnya harus banyak. Orang nggak pernah me­lihat laporan yang banyak itu. Ta­pi hanya melihat kok KPK hanya mengurusi yang gitu-gitu saja.

Menurut saya dan Pak Hasyim Mu­zadi, salah menilai KPK se­per­ti itu. Kami justru harus mem­beri amunisi kuat kepada KPK dan kekuatan  kepada KPK.


Kenapa diberi dukungan seperti itu?

Kinerja KPK cukup bagus. Ta­pi kenapa diganggu lagi. Ma­ka­nya  kami beri dukungan dan me­minta agar KPK tidak takut me­negakkan hukum. Meneruskan langkah-langkah hukum terhadap mereka yang telah terindikasi atau terlibat korupsi tanpa pan­dang bulu.    

KPK ini punya tumpukan ma­sa­lah yang tertunda, baik yang da­tangnya dari departemen, ada pula yang melibatkan pengusaha, dan sebagian DPR.


Apa yang Anda sampaikan saat ketemu Abraham di KPK?

Saya katakan bahwa Anda ha­rus kuat, harus terus menin­dak­lanjuti tunggakan perkara yang masih tertunda di kementerian. Jangan takut pada ormas, orga­nisasi pemuda, DPR, dan parpol. Rakyat akan mendukung Anda.


Hanya itu saja?

Kami juga sampaikan bahwa KPK harus berusaha keras me­nun­jukkan prestasinya agar orang yang ingin melawan atau mele­mahkan KPK itu dengan sendi­rinya dilawan rakyat dan pers. KPK nggak usah lawan orang-orang itu.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Polisi Berlakukan One Way Sepenggal Menuju Wisata Lembang Bandung

Minggu, 22 Maret 2026 | 18:11

Status Tahanan Rumah Yaqut Buka Celah Intervensi, Penegakan Hukum Terancam

Minggu, 22 Maret 2026 | 17:38

Balon Udara Bawa Petasan Meledak, Atap Rumah Jebol

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:54

Prabowo: Lebih Baik Uang Dipakai Rakyat Makan daripada Dikorupsi

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:47

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Terbagi Dua Gelombang

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:37

Trump Ultimatum Iran: 48 Jam Buka Hormuz atau Pusat Energi Dihancurkan

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:27

KPK Cederai Keadilan Restui Yaqut Tahanan Rumah

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:03

Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Janji Sumbang Rp17 Triliun ke BoP

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:01

Istana: Prabowo-Megawati Berbagi Pengalaman hingga Singgung Geopolitik

Minggu, 22 Maret 2026 | 15:46

Idulfitri di Kuala Lumpur, Dubes RI Serukan Persatuan dan Kepedulian

Minggu, 22 Maret 2026 | 14:47

Selengkapnya