Berita

sutan bhatoegana

Sutan Bhatoegana: Dulu Presiden Diminta Beberkan Partai Terkorup

SENIN, 01 OKTOBER 2012 | 09:42 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Dalam Forum Silaturahmi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat di Hotel Sahid Jaya Jakarta, Rabu, (13/6) lalu, Presiden RI yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat SBY mengungkapkan, bahwa Demokrat bukanlah partai terkorup sebagaimana diberitakan banyak media.

Saat itu, SBY mengungkapkan, banyak partai, yang jumlah kadernya lebih banyak tersangkut korupsi dibanding Demokrat.

"Waktu Pak SBY menyampaikan ini di forum Pendiri Demokrat, orang bertanya-tanya dan semua menantang, umumkan dong siapa (partai terkorup)," ujar Sekretaris Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat Sutan Bhatogana kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Senin, 1/10).

Nah, yang membuat Sutan heran, saat Sekretaris Kabinet Dipo Alam mengumumkan rekapitulasi jumlah permintaan izin pemeriksaan pejabat negara yang masuk ke meja Presiden SBY semua mempersoalkan. Terutama, saat Dipo juga merekap jumlah pejabat dan latar belakang partai pejabat yang tersangkut kasus hukum tersebut.

"Inilah kalau orang sudah apriori sama Pemerintah, sama Demokrat. Apa pun yang disampaikan Pak SBY, selalu ada salahnya," ungkap Sutan.

Sutan menambahkan, berdasarkan ijin pemeriksaan dari Presiden SBY kepada pejabat yang tersangkut korupsi itu menunjukkan komitmen pemberantasan korupsi terbukti. Karena itu, Sutan menegaskan, bahwa rilis Dipo Alam itu bukan untuk mempermalukan partai tertentu. "Demokrat juga ada disebut, nomor tiga. Semua partai ada. PKS juga ada," ungkapnya.

Karena itu, Sutan mengajak semua kalangan berprasangka baik atas data yang dirilis oleh Dipo Alam tersebut. "Jadi korupsi ini sudah mewabah semua lini. Jadi harus hati-hati memilih pemimpin nasional dan lokal, perwakilan," demikian Sutan. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya