Berita

Alexandra Bean/ist

Dunia

Pekerja Kemanusiaan Asal Australia Sudah Diperbolehkan Tinggalkan Libya

MINGGU, 30 SEPTEMBER 2012 | 13:34 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Seorang pekerja kemanusiaan Internatioanal Organisation for Migration (IOM) di Libya, Alexandra Bean, kini telah diperbolehkan meninggalkan Libya. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr.

Carr mengatakan bahwa Departemen Luar Negeri dan Perdagangan telah mengembalikan paspor pekerja kemanusiaan asal Australia itu, sehingga dia bebas meninggalkan Libya dan kembali ke Australia.

"Paspornya telah diberikan kepadanya. Itu adalah hasil yang menyenangkan dan saya berterima kasih pada pemerintah Libya," ujar Carr, sebagaimana yang dilansir The West Australian (Minggu, 30/9).


Selasa (25/9) lalu, Bean tidak diperbolehkan terbang dari bandara di Tripoli. Paspor Bean ditahan karena dirinya menolak menandatangani sebuah pernyataan yang ditulis dengan bahasa Arab. Bean akhirnya mau menandatangani pernyataan itu setelah diterjemahkan dan dipahaminya.

Bean adalah saksi penting dalam kasus kriminal yang kini tengah diselidiki pemerintah Libya.[ian]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya