Berita

saan mustopa/ist

Politik

Saan Mustopa Bantah Bahas Proyek PLTS di Rumah Dinas Menakertrans

RABU, 26 SEPTEMBER 2012 | 16:32 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Saan Mustopa diperiksa sekitar 4 jam oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait kasus dugaan korupsi proyek PLTS di Kemenakertrans tahun 2008. Namun Saan membantah adanya pertemuan di rumah dinas Manakertrans untuk membahas proyek tersebut.

"Apakah ada pertemuan, saya bilang enggak ada. Apakah pernah minta tolong dan ketemu menteri, saya bilang saya belum pernah. Salaman aja belum pernah,"  bantah Saan usai diperiksa, Rabu (26/9).

Pertemuan di rumah dinas Menakertrans tersebut pernah diinformasikan terpidana suap Wisma Atlet M Nazaruddin kepada penyidik KPK. Menurutnya, selain Saan dan dirinya pertemuan juga dihadiri Ketua Umum DPP Partai Demorkat Anas Urbaningrum dan Menakertrans saat itu, Erman Suparno.


Terkait informasi yang menyebut dirinya menerima fee dari proyek PLTS, dengan tegas Saan mengatakan tidak ada uang yang mengalir ke dirinya.

"Enggak ada juga. Udah saya tegaskan ke penyidik," imbuh Saan.

Saan tak mengerti kenapa dirinya disebut-sebut terlibat oleh M Nazaruddin.

"Saya enggak ngerti juga dasarnya dia ngomong. Saya bilang, jangankan saya tahu apalagi ngerti, terbayang saja saya enggak proyek PLTS itu seperti apa," tandas dia.

Dalam kasus ini KPK sudah menetapkan Neneng Sri Wahyuni sebagai tersangka, dan mantan pejabat Kemenakertrans Timas Ginting jadi terpidana. Neneng yang tak lain istri M Nazaruddin diduga menjadi perantara proyek yang dimenangkan oleh PT Alfindo tapi kemudian disubkontrakkan kepada beberapa perusahaan lain sehingga merugikan keuangan negara Rp 3,8 miliar.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya