Berita

Demokrat: Timwas Century Mirip Panitia Angket

SELASA, 25 SEPTEMBER 2012 | 15:10 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Tim Pengawas Century DPR tak berwenang minta rekaman rapat 9 Oktober 2008 di Istana Negara Jakarta yang disebut-sebut bagian dari skenario bailout Bank Century. Langkah Menteri Sekretaris Kabinet Dipo Alam menyerahkan rekaman tersebut pada KPK sudah tepat. Langkah tersebut merupakan cara pelurusan kasus tersebut.

"Kalau sudah dalam konteks penyelidikan dan penyidikan itu sudah urusan KPK, bukan pada DPR lagi. Itu sudah keputusan Paripurna, jadi jangan sampai mengingkari hal itu," ujar Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Ramadhan Pohan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/9).

Anggota Komisi I ini khawatir jika Timwas Century DPR malah menjadi panitia angket.


"Memanggil-manggil itu wilayah KPK, akhirnya nanti malah jadi panitia angket lagi. Padahal DPR kan sebagai lembaga pengawasan saja yang berwenang mengawasi," imbuh Pohan.

Awalnya Pohan tak curiga dengan Timwas Century menjadwalkan panggilan terhadap mantan Ketua KPK Antasari dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Namun dalam perkembangannya, Pohan menilai hal itu dijadikan panggung politik.

"Awalnya panggil Antasari itu fine dan seharusnya saat JK dipanggil selesailah sampai disitu. Tapi ini Menkeu (Sri Mulyani), Susno Duadji dan lain-lainnya juga mau dipanggil. Ini bukan kewenangan DPR jadi biarkan KPK saja," tuturnya.

"Saya justru melihat ini sudah menjadi mainan politik DPR lagi, yang sebenarnya ini merupakan panggung wilayah penegak hukum," demikian Pohan.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya