Berita

fx hadi

Wakil Walikota Solo: Pengunduran Diri Prijanto dan Jokowi Berbeda

SELASA, 25 SEPTEMBER 2012 | 12:20 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pengunduran diri Walikota Solo Joko Widodo baru akan dibahas sesudah ada putusan final dari KPUD DKI Jakarta atas hasil Pemilihan Kepala DKI Jakarta. Meski memang, berdasarkan hitung cepat lembaga survei, pasangan Joko Widodo-Basuki T. Purnama unggul atas pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.

"Kami menunggu dulu apa yang diputuskan oleh KPU. Baru prosesnya Jokowi mengajukan berhenti dari Walikota," ujar Wakil Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo di sela-sela persemayaman jenazah anggota Komisi I DPR Theodorus Jacob Koekertis di gedung Nusantara MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Selasa, (25/9).

Dijelaskannya, seseorang tidak boleh merangkap jabatan dalam pemerintahan. Karena itu, Walikota Solo berhenti karena akan melaksanakan tugas yang lebih besar di DKI Jakarta.

"Kalau persetujuan DPRD itu tetap, sesuai dengan UU. Tetapi persetujuannya bukan mengundurkan diri. Persetujuannya adalah untuk berhenti dari jabatan Walikota. Kemungkinan ditolaknya (pengunduran diri Jokowi) sangat kecil," jelasnya.

Dia menjelaskan, pengunduran diri Jokowi berbeda dengan pengunduran diri Wagub DKI Jakarta Prijanto, yang akhirnya ditolak beberapa bulan lalu.

"Kalau Pak Prijanto ditolak pengunduran dirinya, karena alasannya jelas, yaitu incumbent (Fauzi Bowo) mencalonkan kembali sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Kedua, masa jabatannya (Prijanto) tinggal beberapa bulan," jelasnya.

Sehingga apabila pengunduran Prijanto disetujui saat itu, akan ada kekosongan jabatan Gubernur DKI Jakarta saat Fauzi Bowo cuti untuk mengikuti kampanye pilkada DKI Jakarta.

"Itu yang tidak diperbolehkan UU," tandasnya. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya