Berita

abdul rasyid/ist

Abdul Rasyid: Situs www.triomacan2000.net Mengganggu Saya

SENIN, 24 SEPTEMBER 2012 | 14:19 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Merasa dicemarkan nama baiknya, Staf khusus Menteri Koordinator Perekonomian, Abdul Rasyid, melaporkan situs www.triomacan2000.net secara resmi ke Polda Metro Jaya, siang ini. Laporan tersebut  bernomor: LP/3250/IX/2012/PMJ/Ditreskrimsus.

"Kami sudah melaporkan ke Polda, sehubungan tulisan di situs www.triomacan2000.net yang merupakan kabar bohong dan pencemaran nama baik," ujar Abdul Rasyid yang juga didampingi kuasa hukumnya, Dedy Kurniadi, di Polda Metro Jaya, Jakarta (Senin, 24/9)

Rasyid melapor sebab situs www.triomcan2000.net mencantunkan namanya sebagai salah admin dari akun twitter @triomacan2000. Rasyid juga merasa dicemarkan oleh berita di situ tersebut.


Dalam situs tersebut Rasyid dituduh terlibat korupsi pada salah satu proyek perkoperasian. Dalam situs itu juga disebutkan bahwa Rasyid pernah dipecat dari jabatannya sebagai salah satu direksi di Pusat Pengelola Kompleks Kemayoran.

"Saya tidak pernah dipecat. Saya mengundurkan diri dari jabatan itu karena saya pindah kerja ke Kantor Menteri Koordinator Perekonomian," bantah Rasyid.

Abdul Rasyid sendiri mengakui baru mengetahui namanya tercantum di www.triomacan2000.net kemarin.

"Saya baru tau kemarin ini," sembari menunjukkan print out situs www.triomacan2000.net yang mencatutkan namanya.

"Ini sangat mengganggu saya, keluarga dan pasti juga karier saya," lanjutnya.

Dalam kesempatan ini, Rasyid mendesak polisi untuk segera membongkar siapa yang berada di balik situs tersebut.

"Kita adukan ke polda, supaya terungkap siapa orang yang mengelolah akun itu. Juga akunnya ditutup atau diblokir. Kita juga minta tetap disusut dan kami akan mengawal kasus ini," demikian Rasid. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya