Berita

logi hkbp/ist

Jemaat Berdoa di Depan Istana, Berharap Negara Atasi Diskriminasi

MINGGU, 23 SEPTEMBER 2012 | 20:06 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia sampai saat ini masih mengalami perlakuan diskriminatif. Dua gereja yang masing-masing terletak di Bogor dan Bekasi ini masih ditutup oleh pemerintahan daerah masing-masing dengan alasan ilegal. Padahal putusan pengadilan menyatakan kedua gereja itu tidak melanggar hukum.

Hari ini, jemaat kedua gereja itu menggelar aksi di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Selain aksi, mereka menggelar kebaktian dan berdoa agar perlakuan diskriminatif ini bisa diakhiri.

"Kami kembali berdiri disini, diseberang Istana Merdeka Jakarta, menunaikan ibadah dan doa kami berharap agar diskriminasi pada kami segera diakhiri," jelas Jurubicara GKI Taman Yasmin Bogor-HKBP Filadelfia Tambun Bekasi, Bona Sigalingging, di sela-sela aksi damai di  (Minggu, 23/9).


Mereka juga berharap agar negara dapat segera menegakkan Konstitusi dan hukum tanpa perbedaan apapun, sebagai bagian dari keadilan yang dicita-citakan.

"Namun lebih daripada itu, hati dan pikiran serta doa kami, kami panjatkan untuk perdamaian dunia, untuk terwujudnya keadilan dan kasih serta penghargaan pada sesama manusia, dalam segala perbedaan yang ada," ujarnya lagi.

Manusia semestinya untuk saling menghargai perbedaan keyakinan iman yang ada, agar segala bentuk kekerasan tersebut dapat segera berhenti, sehingga tak ada lagi yang menjadi korban dalam lingkaran kekerasan.

"Sebagaimana penggalan “Doa Bapa Kami”, yang selalu dinaikkan oleh seluruh umat Kristiani diseluruh dunia; kami, jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia, berharap agar kami dapat menjadi alat Tuhan, bersama-sama dengan saudari-saudara kami LINTAS IMAN, untuk mewujudkan “Kerajaan Allah”, sekarang, dan disini: di Indonesia dan di seluruh dunia. “Kerajaan Allah” yang kami yakini bukan dalam pengertian teritorial, sekat agama maupun wilayah kekuasaan manusia, namun dalam pengertian iman yang merujuk pada sebuah keadaan dimana semua manusia tanpa kecuali, apapun suku, kebangsaan, agama dan keyakinan imannya, akan dapat merasakan bagaimana “Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman” (Mazmur 85:11)," pungkasnya.

Selain aksi, 200 an aksi massa ini dengan tidak melaksanakan ibadah yang dipimpin oleh Pendeta Julius dari Sekolah Tinggi Teologia SETIA Jakarta. Mereka ini didampingi dari, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), The Wahid Institute, LBH Jakarta, Koordinator Nasional Presidium, Jaringan Alumni Muda Pergerakan, Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), PBHI Jakarta, YLBHI, ILRC.

Hadir juga Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Setara Institute, Kontras, Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI), Human Rights Working Group (HRWG), Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Forum Bhinneka Tunggal Ika, LBH Lawyer Street, DPN Repdem, Ut Omnes Unum Sint Institute, Komunitas Kedai Kopi Bhinneka, Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (Sejuk). [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya