Berita

ilustrasi/ist

Gara-gara Nari Gangnam Style, Dua Geng di Thailand Adu Jotos

MINGGU, 23 SEPTEMBER 2012 | 11:53 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

. Sebuah "tarian gila" yang telah dilihat lebih dari 220 juta kali di Youtube telah memicu sebuah perkelahian antara dua gank yang bersaing
di Thailand.

Sebagaimana diberitakan TVNZ (Minggu, 23/9), dua geng itu ribut saat sedang makan di restoran yang sama di Ekkamai, Bangkok. Perkelahian dipicu ketika para anggota gank dari kedua kelompok menari secara provokatif satu sama lain dengan gaya Gangnam Style. Tarian tersebut kemudian berubah jadi adu jotos, dan salah satu geng menembakkan sedikitnya 50 peluru dan senapan 11 milimeter. Beberapa mobil dan kendaraan yang diparkir di dekat tempat kejadian pun rusak

Meski tidak ada yang terluka dalam insiden itu, tetapi polisi tetap memberikan surat perintah penangkapan kepada kedua gank tersebut.

Meski tidak ada yang terluka dalam insiden itu, tetapi polisi tetap memberikan surat perintah penangkapan kepada kedua gank tersebut.

Beberapa mobil dan kendaraan yang diparkir didekat tempat kejadian rusak, tapi tidak ada yang terluka selama pertarungan.

"Kita sekarang tahu siapa saja yang melakukan. Setelah mempertanyakan semua saksi dan memeriksa senjata api, kita akan membuat surat perintah penangkapan bagi mereka," kata inspektur polisi.

Gangnam Style yang dibawakan oleh bintang pop Korea Psy, telah menjadi lagu K-pop pertama yang mencapai nomor satu di tangga lagu Inggris. Lagu ini memiliki gaya tarian khas Psy seperti meniru menunggang kuda. [ysa]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya