Berita

as hikam

FATWA HARAM PAJAK?

AS Hikam: NU Memang Biasa Disalahpahami

SENIN, 17 SEPTEMBER 2012 | 15:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Perkara disalahpahami atau karena paham yang salah sudah sangat biasa bagi Nahdhatul Ulama NU dan para ulamanya.

"Alm GD (Gus Dur) adalah langganan disalahpahami orang dan dicurigai serta difitnah karena pemikiran-pemikiran terobosannya," ujar mantan Menristek AS Hikam (Senin, 17/9).

AS Hikam yang juga warga NU ini mengungkapkan itu menanggapi pernyataan politisi muda Partai Demokrat Ma'mun Murod Al Barbasy.

Ma'mun mempertanyakan salah tema pembahasan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU yaitu soal apakah pajak masih wajib dibayar atau tidak, mengingat selama ini, adanya korupsi besar-besaran di sektor penerimaan negara tersebut.

"Jadi kalau politisi Partai Demokrat mencurigai pembahasan soal pajak dalam Munas NU, itu juga hal yang tak perlu diherankan," ujar Hikam.

Yang perlu dipertanyakan adalah, apakah kecurigaan itu beralasan dan pihak yang mencurigai sudah mengerti masalahnya.

"Di sini saya justru memertanyakan politisi itu, apakah ia sudah paham apa masalah yang dibicarakan oleh Munas atau sekedar cari popularitas karena selama ini publik tidak pernah dengar suaranya," lanjut pengagum Gus Dur ini.

"Ataukah karena ia dari parpol penguasa lalu menjadi tersinggung jika masalah pajak dibicarakan," ungkapnya.

NU memang, tambah Hikam, memiliki prinsip hati-hati dan imbang. Tetapi NU juga biasa mengeluarkan pendapat yang kritis terhadap penguasa, asal memang benar-benar sudah diperlukan. [zul]


Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya