Berita

ilustrasi taksi/ist

Kapan Ya Bandara Soetta Bebas Taksi Gelap?

SENIN, 17 SEPTEMBER 2012 | 15:30 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Puluhan pengendara taksi gelap dengan terang-terangan menawarkan jasa kepada orang yang baru keluar dari terminal kedatangan di Bandara Internasional Soekarna Hatta. Padahal berulangkali pihak Angkasa Pura II sudah melarang bahkan mengusir calo taksi dengan plat hitam ini.

Biasanya dia menyapa calon penumpang dengan ramah, seperti ucapan 'Kemana Pak/Bu', 'Taksi Bos', 'Mari Saya Antar ke Tujuan' dan rayuan lain lainnya.

Siang ini, Senin, (17/9/2012) terlihat di terminal kedatangan 1C, pun masih banyak calo taksi yang menawarkan jasanya, Rakyat Merdeka Online pun sempat berbincang pada seorang Bapak yang usianya sekitar 50 tahun. Ia mengatakan, kalau dirinya dengan menggunakan mobil Avanza terdaftar sebagai anggota taksi gelap.


"Kalau tidak terdaftar, mana berani saya disini," ujarnya singkat.

"Ke DPR 120 ribu aja dek, tapi bisa kurang kok," tambah pria yang tidak mau disebutkan namanya. Ia mengatakan ini untuk menjawab berapa harga antar Bandara Soetta-DPR RI.

Ia pun mengaku, dia dan 75 temannya yang menggunakan mobil plat hitam dengan berbagai merk terdaftar di CV. Citra Tran Gemilang. Untuk bisa menjadi anggota CV, ia harus membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 5 juta rupiah.

"Ini masalah pergaulan, makanya saya bisa ikut," ungkapnya

Selain CV. Citra Tran Gemilang, masih ada beberapa perusahan lainnya yang menghimpun taksi-taksi gelap tersebut.

"Masih banyak, kami (75 orang) kan disini (terminal 1C) saja," imbuhnya.

Pemerintah khususnya pihak Angkasa Pura II menjadi penanggungjawab masalah ini, pasalnya sebagai Bandara terbesar di Indonesia dan sebagai pintu masuk dari negara-negara sahabat, mestinya Bandara Soekarno Hatta bersih dari praktek pencaloan. Pertanyaannya, kapan praktek ini dibisa diberantas sehingga calon penumpang merasa aman. Entahlah, kita tunggu saja. [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya