Berita

dahnil anzar simanjuntak

Bank Syariah Diimbau Terapkan Sistem Islam Secara Total

SABTU, 15 SEPTEMBER 2012 | 21:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Bank-bank syariah diimbau berhenti sekedar menggunakan simbol-simbol syariah dalam transaksi perbankan.

Kasus BRI Syariah dengan seniman Butet Kertaradjasa berkaiatan dengan produk Gadai Emas setidaknya menjadi contoh bahwa bank-bank syariah masih menggunakan simbol Islam untuk merebut segmentasi pasar umat Islam.

"Tetapi belum berani mempraktekkan nilai-nilai dalam ekonomi Islam secara totalitas," jelas pengamat ekonomi Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 15/9).

Butet berniat mengajukan gugatan class action terhadap BRI Syariah karena merasa tertipu dengan produk tersebut. Tapi, pihak BRI Syariah mengaku hal itu terjadi hanya karena ada salah paham.

Soal bank-bank syariah belum menerapkan prinsip Islam secara total, Dahnil mencontohkan lagi, yaitu terkait substansi dari perbankan Islam, loss and profit sharing atau mudharabah atau bagi hasil. Tetapi pada prakteknya bank-bank Islam sedikit sekali yang berani menggunakan akad mudharabah dalam kegiatan perbankannya.

"Rata-rata perbankan Islam masih menggunakan akad mudharabah sebanyak 10% dalam prakteknya kegiatannya. Sehingga substansi dan hakikat perbankan Islam justru tergerus," sambung dosen FE Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten ini.

Ditambah lagi, Dewan Pengawas Syariah di bank-bank Islam tidak berfungsi secara maksimal. Karena itu Bank Indonesia harus melakukan rekonstruksi dan pengawasan yang lebih ketat berkaitan dengan operasional perbankan Islam bersama Dewan Ppengawas Syariah Nasional agar praktek-praktek  perbankan Islam sesuai dengan substansi nilai-nilai ekonomi Islam.

"Sehingga bank-bank syariah ini tidak justru mereduksi nilai-nilai hakiki ekonomi Islam," demikian Dahnil. [zul]


Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya