ilustrasi
ilustrasi
Menurut Direktur Pusat Kajian Timur Tengah dan Dunia Islam (PKTTDI) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Hery Sucipto, kasus munculnya film tersebut dapat berdampak serius, khususnya bagi hubungan Islam dan Barat, serta memicu lahirnya sikap-sikap radikal di kalangan umat Islam.
"Barat harus menyadari, sejauh ini mereka kerap memicu munculnya aksi terorisme dan radikalisme. Akibat tindakan itu, membuat marah umat Islam internasional," katanya
kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Sabtu, 15/9).
Ia melanjutkan, seringkali Barat "mengajari" dunia Islam untuk toleran, inklusif dan saling menghargai antar sesama sembari membuang jauh sikap-sikap militan dan radikal. Akan tetapi, semua cita positif itu seakan pudar dalam sekejab akibat arogansi sekelompok orang di Barat yang dengan dalih karya seni, tapi menghina umat Islam.
Meski begitu Hery berharap umat Islam dan masyarakat umum di Indonesia tidak terprovokasi tindakan rendah sutradara pembuat film tersebut. "Sikap dewasa harus selalu kita kedepankan, dan merespon film tersebut dengan kepala dingin," pungkas alumnus Al-Azhar, Mesir, tersebut. [zul]
Populer
Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13
Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33
Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36
Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06
Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43
Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09
Senin, 28 September 2026 | 15:41
UPDATE
Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30
Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07
Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41
Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30
Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10
Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46
Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01
Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26
Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09
Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36