Berita

sail morotai/ist

SAIL MOROTAI

Napak Tilas Veteran Perang Dunia ke Kepulauan Morotai

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2012 | 18:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Salah satu rangkaian acara Sail Morotai 2012 adalah, napak tilas para veteran tentara Perang Dunia II ke Kepulauan Morotai. Ketika Perang Dunia II pecah di Asia Pasifik, tentara Sekutu menempati Kepulauan Morotai sebagai markas untuk menguasai Filipina.

Para Veteran ini telah tiba di Kepulauan Morotai setelah melakukan perjalanan dari Kota Ternate beberapa hari lalu, bersama Balai Teknologi Survei Kelautan (BTSK) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan menggunakan Kapal Riset Baruna Jaya III.

Salah satu pulau yang akan dikunjungi adalah Pulau Zum-zum. Pulau ini adalah markas utama yang dipakai Jenderal Mc Arthur, pemimpin pasukan sekutu untuk kawasan Asia Pasifik, sebagai markas utama. Di pulau ini, diatur strategi untuk merebut Filipina yang ketika itu diduduki Jepang.


Selain itu, Veteran pun akan singgah di Pulau Dolola yang berjarak 5 mil dari Daruba, Ibukota Morotai. Pulau Dolala sendiri terbagi menjadi dua, Dolala Besar dan Dolala Kecil.

Kabid Kebudayaan dan Sejarah, Dinas Pariwisata Pulau Morotai, Toni Hangewa berharap, dari napak tilas tersebut, para veteran dan para pengunjung Sail Norotai bisa menceritakan sekaligus mempromosikan kepada masyarakat luas, bahwa Kepulauan Morotai masih seperti yang dulu. Masih original dan layak untuk dikunjungi.

"Apalagi Morotai punya sejarah PD II, banyak peninggalan sejarah," ujarnya ketika menampingi para Veteran di Pulau Dolola, Kabupaten Morotai, Kamis (13/9).

Sambung Toni, Kepulauan Morotai memiliki sekitar 33 pulau, hanya 7 pulau yang berpenghuni. "Ini menunjukkan masih banyak pulau yang perawan yang asri," pungkasnya. [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya