Berita

ist

Burhanuddin LSI Dorong PDIP Jadi Pioner Atasi Ketidakpercayaan Publik

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2012 | 16:22 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

Ada yang salah dalam praktik politik di Indonesia. Politik berlaku seperti dalam definisi purba, menjadi sangat praktis, hanya tentang kekuasaan dan kehilangan substansi besarnya.

Dilain sisi, tingkat ketidakpuasan dan kepercayaan terhadap institusi-institusi politik terus bertambah. Diantaranya terhadap partai politik dan politisi.

"Jujur sebenarnya saya galau mengamati masyarakat makin jauh dari partai. Golput makin besar. Tiga kali pemilu tingkat penurunan (voters) sampai 23 persen," ujar pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi di kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan (Kamis 13/9).


Menurut Burhan, kondisi ini harus segera dikoreksi. Dengan begitu ia berharap, puncak pimpinan nasional bisa merubah keadaan politik di Indonesia.

Dalam hitungannya, jika gerakan penurunan partisipasi publik berjalan linier, maka 2014 akan hanya 50% saja.

Burhan berharap PDIP harus bisa mengembalikan tingkat kepercayaan publik pada partai. Ia pun berharap PDIP jadi pioner gejala emoh terhadap partai bisa dihilangkan.

"Ini yang kami harapkan dari PDIP, bahwa politik harus punya gagasan seperti founding fathers kita," tandas dia.[dem]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya