Berita

ilustrasi/ist

Di Markas Banteng, Pengamat LSI Berharap PDI Perjuangan Lahirkan Negarawan

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2012 | 14:46 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

. Partai politik lebih sering melahirkan seorang politisi, daripada melahirkan seorang negarawan.

Tentu saja negarawan dan politisi cukup berbeda. Negarawan selalu memikiran generasi mendatang, sementara politisi hanya memikirkan untuk pemilu ke depan. Dan persoalan inilah yang harus dipikirkan oleh PDI Perjuangan.

Demikian disampaikan pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanudin Muhtadi, dalam "Dialog Kebangsaan" di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Lenteng Agung No. 99, Jakarta Selatan, (Kamis 13/9).


"Belakangan ada gejala dimana yang kita cetak bukan leader melainkan dealer. K rena proses transaksi politik yang mahal, politisi kita jadi mikir pendek," jelas Burhan, sambil mengatakan jika belakangan perdebatan di Senayan turun derajat dan kualitasnya.

Burhan pun mengapresiasi langkah PDI Perjuangan yang tidak memberikan previlege bagi kadernya yang mau masuk ke Senayan. Semua caleg dari PDI Perjuangan harus melakukan psikotes agar bisa melahirkan calon yang berkualitas.

"Di PDI-P tidak ada previlege, semua harus ikut psikotes. Mumpung ada dua tahun sebelum 2014, ada dua event besar untuk rekrutmen calon terbaik untuk duduk di DPR-RI," ucapnya. [ysa]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya