Danau Tolire adalah salah satu tempat wisata di Kota Ternate, Maluku Utara. Danau Todere ini terletak sekitar 10 km dari pusat kota Ternate. Selain bentuknya unik juga memiliki cerita legenda yang menarik. Danau Tolire berada di bawah kaki Gunung api aktif yang bernama Gunung Gamalama, gunung api tertingi di Maluku Utara ini setiap saat mengeluarkan asap kabut.
Danau itu sendiri terdiri dari dua buah. Masyarakat setempat menyebutnya Danau Tolire Besar dan Danau Tolire Kecil. Jarak antara keduanya hanya sekitar 200 meter. Luas danua keduanya sekitar 5 hektare. Sementara kedalaman danau itu sendiri hingga kini tidak diketahui. Sampai saat ini belum ada yang mengukur kedalaman danau ini. Tetapi menurut cerita cerita leluhur, kedalamannya berkilo-kilo meter dan berhubungan langsung dengan laut pasifik.
Menjelang Sail Morotai, danau inipun ikut berbenah, karena diyakini akan menembah jumlah pengunjung. Selama ini, kedua danau ini tidak diberi pagar, hingga sangat dikhawatirkan para pengunjung terpeleset hingga terjatuh ke dalam danau yang memiliki 500 km dari pinggir danau.
Junaidi seorang pria Ternate yang juga sedang mengerjakan proyek pembanguna pagar (tembok) danau tersebut bercerita ke
Rakyat Merdeka Online, dia dan ketiga temannya sudah 20 hari mengerjakan tenbom danau tersebut denga dana proyek Rp 245.796.000 dan ditargetkan hari kerjanya sela 120 hari oleh CV. Merapi Jaya dana dari APBD Kota Ternatai. Kalaupun belum ada korban yang jatuh ke dalam danai, tapi pekerjaan tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Dari kedua danau ini, Danau Tolire Besar memiliki keunikan tersendiri. Danau ini menyerupai loyang raksasa. Uniknya lagi, melempar sesuatu ke danau, bagaimana pun kuatnya lemparan dengan menggunakan batu atau benda lain, misalnya, tidak akan pernah menyentuh air danau. Padahal saat melempar dari pinggir atas danau, air danau terlihat berada di bawah kaki si pelempar. Barangkali orang yang pertama kali berkunjung ke danau itu, tidak akan percaya dengan fakta itu. Kalau tidak percaya, cobalah datang ke danai itu, disana ada beberapa anak kecil menjual batu dan menawarkan harga perbatunya lima biji dua ribu rupiah.
Air tawar di Danau Tolire Besar merupakan tempat tinggal bagi berbagai macam ikan. Namun, warga masyarakat setempat tidak ada yang berani menangkap ikan atau mandi di danau itu. Mereka meyakini bahwa danau yang airnya berwarna coklat kekuning-kuningan itu, dihuni oleh banyak buaya siluman.
Junaidi mengatakan, dengan mata kepalanya sendiri, ia pernah melihat sekitar tiga sampai empat buaya di permukaan danau. Satu dari tiga buaya itu sekitar empat meter.
Selain itu, menurut dia, ada banyak harta karun tersimpan di dasar Danau Tolire Besar. Harta karun ini milik masyarakat Kesultanan Ternate saat Portugis menjajah Ternate abad ke-15. Masyarakat Ternate saat itu banyak membuang hartanya yang berharga ke dalam danau agar tak dirampas tentara Portugis.
Sejauh ini belum ada instansi atau pihak tertentu yang melakukan penyelidikan secara khusus atas kebenaran pengakuan masyarakat itu. Namun beberapa waktu lalu, seorang anggota Brimob dengan menggunakan sonar mendeteksi benda-benda yang ada di dasar danau. Hasilnya, terindikasi ada benda-benda logam berada di dasar danau.
Danau Tolire Besar dan Tolire Kecil, menurut cerita masyarakat setempat, dulunya adalah sebuah kampung yang masyarakatnya hidup sejahtera. Kampung ini kemudian dikutuk menjadi danau oleh penguasa alam semesta, karena salah seorang ayah di kampung itu menghamili anak gadisnya sendiri.
Saat ayah dan anak gadisnya yang dihamilinya itu akan melarikan diri ke luar kampung, tiba-tiba tanah tempat mereka berdiri anjlok dan berubah menjadi danau. Danau Tolire Besar dipercaya sebagai tempat si ayah. Sedangkan Danau Tolire Kecil diyakini sebagai tempat si gadis.
Untuk mengunjungi Danau Tolire Besar dan Tolire Kecil, tidaklah sulit. Untuk mencapai tempat itu hanya dibutuhkan waktu sekitar 10 menit dari pusat kota Ternate, dengan menggunakan mobil carteran Rp 250.000 per hari, atau menyewa ojek sepeda motor dengan tarif Rp 10.000 per jam, atau bisa dengan angkot sekitar Rp 6.000.
Saat mengunjungi Danau Tolire Besar, banyak obyek wisata lainnya yang bisa dinikmati, seperti keindahan panorama puncak Gunung Gamalama, sejumlah benteng peninggalan Portugis dan makan Sultan Babullah, Sultan Ternate yang paling terkenal - yang terdapat di jalan menuju danau tersebut.
[arp]