Berita

ilustrasi/ist

Selain Ekonomi Biru, KKP Juga Dorong Mitigasi Bencana dalam Mengelola Lalut

RABU, 12 SEPTEMBER 2012 | 09:19 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia menyimpan potensi kekayaan dan keanegaragaman sumberdaya alam.

Karena itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menaruh perhatian tinggi terhadap pembangunan di wiliyah pesisir pantai dan pulau-pulau kecil dengan memperhitungkan aspek mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim. Pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil secara arif dan terarah merupakan investigasi jangka panjang untuk mensejahterahkan rakyat.

"Percepatan pembangunan ekonomi indonesia menuju industrialisasi kelautan dan perikanan berkelanjutan," kata Seketaris Jendral KKP, Gellwynn Jusuf yang mewakili Menteri KKP, Sharif C Sutardjo di Hotel Bella Internasional, Ternate, Maluku Utara (Rabu, 12/9)


Menurut Gellwynn, dengan konsep blue economy diharapkan dapat mendukung pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan secara berkelanjutan dan seimbang. Perubahan orientasi kebijakan dan keseimbangan antara teknologi dan inovasi ini juga diharapkan tidak merusak lingkungan.

"Penerapan bleu economy secara utuh dapan memainkan peranan penting, sehingga dampak bencana benar-benar diminimalkan," ujar Gellwynn

Indonesia yang memiliki potensi bencana yang besar, seperti gempa bumi, tsunami, erosi, banjir, gelombang ekstri dan kenaikan paras muka air laut. Untuk itu, Gellwynn menjelaskan, KPP senantiasa mendorong upaya-upaya pemerintah daerah dan mayarakat dalam mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

"Sinergi dan pengutan kelembagaan, baik pemerintah maupun masyarakat merupakan faktor kunci dalam upaya mitigasi bencana," punkasnya. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya