Berita

jokowi

PUTARAN II PILGUB DKI

PKS: Sebelum Nyoblos, Lihat Kondisi Solo

SELASA, 11 SEPTEMBER 2012 | 11:08 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq, punya anggapan sendiri mengapa pasangan cagub-cawagub Joko Widodo (Jokowi) ogah mengkampanyekan programnya di Pilkada Jakarta.

Mahfudz mengatakan, di setiap acara kampanyenya, tengok saja Jokowi tidak pernah memaparkan program konkretnya dalam menangani macet, banjir dan keamanan di Jakarta.

Program yang ditonjolkan Jokowi cuma kartu sehat dan kartu pintar. Jokowi ogah memaparkan detail programnya, menurut Mahfuz, seperti dikutip dari Harian Rakyat Merdeka, lantaran pembangunan di daerah yang dipimpin Jokowi di Surakarta kurang begitu baik. Kampanye Jokowi hanya mengandalkan pencitraan.

"Saya melihat strategi dia (Jokowi) tidak mengedepankan program. Dia hanya fokus ke pencitraan,” kata Mahfudz kemarin.

Makanya, lanjut Mahfudz, tidak aneh jika selama ini Jokowi selalu menghindari kampanye atau debat yang berbasiskan program kerja. Sebab, menurut Mahfudz, pertarungan Jokowi vs Foke itu tidak sebanding. “Nggak apple to apple. Makanya Jokowi enggak mau masuk wilayah (program) kesitu,” ujarnya.

Untuk itu Mahfudz mengimbau, warga Jakarta sebelum menentukan pilihannya di Pilkada Jakarta ada baiknya mengecek terlebih dulu kondisi Solo. “Bagaimana perekonomian Solo? Pembangunannya seperti apa? Masyarakat sejahtera atau tidak? Coba cari tahu, bandingkan secara obyektif," katanya.

Mahfudz mengimbau warga Jakarta tidak memilih pemimpin yang hanya bermodal pencitraan. "Kita sudah capek memilih pemimpin yang hanya pencitraan tapi tidak sesuai dengan kinerja," sindir Mahfudz.

Tim sukses Jokowi-Ahok, M Taufik menyangkal tudingan Mahfudz yang mengatakan Jokowi hanya mengandalkan pencitraan. Menurut Taufik, yang menilai jagonya hanya mementingkan pencitraan itu hanya para elite. "Tetapi rakyat kan tidak bilang seperti itu," bantahnya.

Menurut Taufik, program kartu pintar dan kartu cerdas yang ditawarkan Jokowi sudah sesuai dengan kebutuhan warga Jakarta. "Karena yang dibutuhkan warga Jakarta ya kartu sehat dan kartu pintar itu," katanya. [zul]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya