Berita

irfan idris/ist

Ulama PDIP juga Tolak Wacana Sertifikasi Ulama

SELASA, 11 SEPTEMBER 2012 | 10:29 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Untuk mencegah maraknya paham radikal di masyarakat, Deputi Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Irfan Idris mengusulkan perlunya sertifikasi ulama. Usulan ini terus mendapat penolakan dari kalangan masyarakat.

"Rencana sertifikasi ulama yang akan dilakukan oleh BNPT adalah bukti kegagalan intelijen dalam mendeteksi ancaman terorisme di Indonesia," ujar Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia Faozan Amar kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 11/9). BMI merupakan organisasi sayap PDI Perjuangan.

Anehnya, bukannya bersinergi dengan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk menangkal aksi teror tersebut, BNPT malah mewacanakan "sertifikasi" bagi ustad, kyai dan ulama yang akan berceramah.

"Jadi ini seperti buruk muka, kaca dipecah," ungkap Faozan Amar, yang juga Direktur Eksekutif Al Wasath Institute itu.

Menurutnya, penerapan sertifikasi kepada ulama tak akan menyelesaikan masalah, tetapi malah menebar "teror" baru bagi ustad, kyai dan ulama, yang memang berkewajiban mereka untuk menyampaikan ajaran agama.

"Kan dalilnya jelas, sampaikan walaupun hanya satu ayat. Jika itu dilakukan, tentu akan menambah beban anggaran bagi negara," tegas Faozan.

Menurut Faozan, untuk mencegah aksi terorisme, BNPT bersinergi dengan berbagai macam stakeholder dengan niat yang tulus dan penuh kesungguhan, bukan dengan kecurigaan dan sak wasangka. "Jika itu dilakukan, ancaran terhadap terorisme dengan sendirinya akan berkurang," demikian Faozan. [zul]


Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya