Berita

marwan jafar

Indonesia Menjadi Barometer kalau Bisa Kelola Diri dengan Baik

SENIN, 10 SEPTEMBER 2012 | 18:00 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar dunia saat ini menjadi  target dan semacam "zone test" untuk mencoba berbagai produk peradaban manusia, mulai teknologi sampai ideologi.

Dalam kondisi itu, bangsa Indonesia harus mampu menempatkan diri dan kepentingannya agar jangan sampai ideologi, budaya, kepentingan politik dunia dan perebutan pengaruh negara adidaya, menghilangkan dan mencerabut budaya bangsa.

"Jangan sampai bangsa ini diacak-acak lalu didikte untuk mengikuti kemauan kepentingan asing yang mengancam kesinambungan dan keberlangsungan bangsa," ujar Ketua Dewan Pembina Laskar Ahlussunah Wal Jama'ah (Aswaja), Marwan Ja'far petang ini (Senin, 10/9).

Dalam konsteks itulah Marwan mengingatkan, masyarakat Indonesia adalah plural, heterogen dan agamis serta toleran. Sebagai bangsa yang agamis dan mayoritas muslim para founding fathers telah merumuskan konsep kehidupan bersama yang tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945. Sementara, sebagai negara kawasan kepulauan, NKRI merupakan harga mati dengan berbagai perbedaan sosial, budaya, etnis yang terwadahi dalam Bhinneka Tunggal Ika.

"Sebagai warga negara terbesar Islam yang salah satunya diwakili oleh kaum Ahlussunnnah Wal Jama'ah, dalam sejarahnya telah terbukti dengan sungguh-sungguh mengawal keberlangsungan bangsa ini dengan ajaran Ahlussunah Wal Jama'ah yang di dalamnya ada nilai-nilai tawasuth (moderat), tawazun (keseimbangan) tasamuh (toleran) dan i'tidal (adil)," ungkapnya.

Sementara itu, Aswaja dalam konsep sosial-politiknya menekankan persaudaraan/ukhuwwah. Yaitu, ukhuwwah diniyyah (persaudaraan interagama), ukhuwwah wathaniyyah (persaudaraan kebangsaan sesama warga negara) dan ukhuwwah basyariyyah atau insaniyyah (persaudaraan sesama mahluk hidup).

Menurut Jafar, ketika prinsip-prinsip dan nilai-nilai dasar di atas mampu dipahami dan lalu dipraktekkan dalam kehidupan bermasyakat dan berbangsa, Indonesia akan menjadi negara besar dan maju serta mampu ikutserta dalam percaturan sosial-politik dunia internasional, tidak lagi didikte dan ditekan serta menjadi medan perebutan pengaruh dan kekuasaan, ideologi, ekonomi dan politik kepentingan asing semata.

"Namun menjadi negara yang berdaya dan berbudaya, negara yang mandiri dan berdikari, berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan negara dunia yang lain," tandasnya.

Bahkan, hampir bisa dipastikan, kondisi sosial-politik  ideologi dan keagamaan dunia sangat dipengaruhi oleh kondisi di Indonesia. Indonesia menjadi semacam barometer dunia.

"Ketika bangsa ini mampu mengelola kehidupannya dengan baik dan benar, maka akan sangat berpengaruh dalam tatanan kehidupan dunia. Karena Indonesialah kawasan dimana semua ideologi besar dunia ada dan berada, berkembang dan berdampingan," tandas Ketua Fraksi PKB ini. [zul]


Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya