ilustrasi
ilustrasi
Misalnya dukuungan dari Panwaslu. Lembaga pengawasan pilkada DKI ini menjadikan FeD sebagai mitra utama dalam pemantau suara pilkada di setiap TPS. Di samping itu, dukungan juga datang dari Kesbangpol pemprov, KPUD maupun para kandidat Gubernur DKI.
Demikian disampaikan Ketua FeD Jakarta Bidang Politik dan Hubungan Kelembagaan, Budi Youyastri, Senin pagi (10/9) di Jakarta.
"Diharapkan upaya ini dapat meningkatkan kualitas pilkada DKI bersih, jujur dan terpercaya, menghindari praktik-praktik curang dan penyimpangan sejak pelaksanaan pencoblosan, penghitungan, hingga rekapitulasi suara yang kerap terjadi," kata Budi melalui pesan pendek.
Menurutnya, melalui mekanisme e-TSP yang difasilitas FeD Jakarta ini, warga dapat berpartisipasi dalam memantau penghitungan suara secara langsung. Cukup hanya dengan memotret formulir C2 di TPS dimana yang bersangkutan mencoblos, lalu dikirimkan ke server FeD Jakarta. Masyarakat sudah ikut berperan aktif dalam semangat upaya bersama agar pemilu bersih.
Upaya yang dilakukan FeD ini merupakan sebuah inovasi sosial yang baru pertama kali dilakukan di Indonesia. Yakni dengan mendorong partisipasi public seluas-luasnya dengan membangun kegotong-royongan sebagaimana karakter yang dimiliki masyarakat kita, di tengah-tengah era post-modern global yang individualistis seperti halnya saat ini.
Lebih jauh dia menjelaskan, bahwa semua upaya ini menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pemantauan dan pengawasan pilkada DKI dalam mengamankan serta mengawal suara mereka. Fenomena kegotong-royongan yang diinisiasi FeD bersama-sama masyarakat dalam pilkada ini, tentu menarik minat partisipasi publik lebih luas di saat kondisi sosial politik yang apatis dan skeptis saat ini. Semangat menyumbang satu foto hasil perhitungan suara pada form C2 di masing-masing TPS, maka akan mendapat informasi hasil foto hasil perhitungan suara pada form C2 dari 15.059 TPS lainnya seluruh wilayah Jakarta pada hari yang sama.
"Berbagilah maka anda akan terbagi," tandas Presidium Ikatan Alumni Keluarga Muslim ITB ini.
Inilah kemunculan publik DKI Jakarta yang menjadi ‘self-governance’, saling bahu-membahu menciptakan pilkada yang bersih. Inovasi e-TSP ini berpeluang menjadi penyeimbang dan pembanding hasil perhitungan suara yang dilakukan oleh KPU yang panjang dan berbelit, hanya cukup dengan “satu klik sajaâ€. Dan publik DKI pun berpeluang menciptakan sendiri mesin bersama untuk memantau pemilu, menghitung jumlah dan melihat hasil akhir secara interaktif, secara serentak dan transparan.
"Dan akhirnya, proses evolusi sosial bersama kita di pemilukada DKI akan membangun moral sosial yang baru. Membuat worldview publik Jakarta makin kompleks, yang akan membimbingnya berkompromi atas nilai-nilai primordial lama dengan nilai-nilai post-modern yang baru. Moral sosial baru publik Jakarta yang mewujud akan jadi milestone evolusi peradaban Indonesiaâ€, tegas mantan aktivis mahasiswa ITB era 80-an ini. [zul]
Populer
Rabu, 08 April 2026 | 05:43
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Kamis, 09 April 2026 | 12:18
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Senin, 13 April 2026 | 08:21
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Kamis, 09 April 2026 | 16:31
UPDATE
Sabtu, 18 April 2026 | 09:43
Sabtu, 18 April 2026 | 09:18
Sabtu, 18 April 2026 | 09:08
Sabtu, 18 April 2026 | 08:47
Sabtu, 18 April 2026 | 08:30
Sabtu, 18 April 2026 | 08:17
Sabtu, 18 April 2026 | 08:03
Sabtu, 18 April 2026 | 07:55
Sabtu, 18 April 2026 | 07:41
Sabtu, 18 April 2026 | 07:18