Berita

ilustrasi

Moral Sosial Baru Warga Jakarta pada Pilkada DKI

SENIN, 10 SEPTEMBER 2012 | 12:10 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Inisiatif Forum elektronik Demokrasi (FeD) Jakarta memfasilitasi peran serta masyarakat dan mengajak berbagai komunitas untuk terlibat dalam mengawal pemilukada DKI Jakarta melalui penyelenggaraan elektronik Tabulasi Suara Pembanding (e-TSP), mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan.

Misalnya dukuungan dari Panwaslu. Lembaga pengawasan pilkada DKI ini menjadikan FeD sebagai mitra utama dalam pemantau suara pilkada di setiap TPS. Di samping itu, dukungan juga datang dari Kesbangpol pemprov, KPUD maupun para kandidat Gubernur DKI.

Demikian disampaikan Ketua FeD Jakarta Bidang Politik dan Hubungan Kelembagaan, Budi Youyastri, Senin pagi (10/9) di Jakarta.

"Diharapkan upaya ini dapat meningkatkan kualitas pilkada DKI bersih, jujur dan terpercaya, menghindari praktik-praktik curang dan penyimpangan sejak pelaksanaan pencoblosan, penghitungan, hingga rekapitulasi suara yang kerap terjadi," kata Budi melalui pesan pendek.

Menurutnya, melalui mekanisme e-TSP yang difasilitas FeD Jakarta ini, warga dapat berpartisipasi dalam memantau penghitungan suara secara langsung. Cukup hanya dengan memotret formulir C2 di TPS dimana yang bersangkutan mencoblos, lalu dikirimkan ke server FeD Jakarta. Masyarakat sudah ikut berperan aktif dalam semangat upaya bersama agar pemilu bersih.

Upaya yang dilakukan FeD ini merupakan sebuah inovasi sosial yang baru pertama kali dilakukan di Indonesia. Yakni dengan mendorong partisipasi public seluas-luasnya dengan membangun kegotong-royongan sebagaimana karakter yang dimiliki masyarakat kita, di tengah-tengah era post-modern global yang individualistis seperti halnya saat ini.

Lebih jauh dia menjelaskan, bahwa semua upaya ini menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pemantauan dan pengawasan pilkada DKI dalam mengamankan serta mengawal suara mereka. Fenomena kegotong-royongan yang diinisiasi FeD bersama-sama masyarakat dalam pilkada ini, tentu menarik minat partisipasi publik lebih luas di saat kondisi sosial politik yang apatis dan skeptis saat ini. Semangat menyumbang satu foto hasil perhitungan suara pada form C2 di masing-masing TPS, maka akan mendapat informasi hasil foto hasil perhitungan suara pada form C2 dari 15.059 TPS lainnya seluruh wilayah Jakarta pada hari yang sama.

"Berbagilah maka anda akan terbagi," tandas Presidium Ikatan Alumni Keluarga Muslim ITB ini.

Inilah kemunculan publik DKI Jakarta yang menjadi ‘self-governance’, saling bahu-membahu menciptakan pilkada yang bersih. Inovasi e-TSP ini berpeluang menjadi penyeimbang dan pembanding hasil perhitungan suara yang dilakukan oleh KPU yang panjang dan berbelit, hanya cukup dengan “satu klik saja”. Dan  publik DKI pun berpeluang menciptakan sendiri mesin bersama untuk memantau pemilu, menghitung jumlah dan melihat hasil akhir secara interaktif, secara serentak dan transparan.

"Dan akhirnya, proses evolusi sosial bersama kita di pemilukada DKI akan membangun moral sosial yang baru. Membuat worldview publik Jakarta makin kompleks, yang akan membimbingnya berkompromi atas nilai-nilai primordial lama dengan nilai-nilai post-modern yang baru. Moral sosial baru publik Jakarta yang mewujud akan jadi milestone evolusi peradaban Indonesia”, tegas mantan aktivis mahasiswa ITB era 80-an ini. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya