Berita

Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

MANUFACTURING HOPE 42

Satu Pukulan Lino Untuk 130 Tahun

Oleh Dahlan Iskan, Menteri BUMN
SENIN, 10 SEPTEMBER 2012 | 09:04 WIB

(Tulisan ini saya buat di BB sambil tiduran di sela-sela pemeriksaan kesehatan di rumah sakit SGH setelah flu yang tidak sembuhsembuh sejak pulang dari Mekkah dan Baghdad, dua pekan lalu).

INILAH bukti bahwa birokrasi kita tidak jadi faktor penghambat. Katakata itu diucapkan dengan semangat oleh RJ Lino, Direktur Utama PT Indonesia Port Corporation, nama baru PT Pelindo II (Persero). Nadanya seperti promosi. Juga seperti melawan arus besar yang hidup di masyarakat.

Tapi Lino memberikan bukti. Mungkin Lino sendiri kaget bahwa proyek besar yang dia prakarsai itu akhirnya bisa berjalan. Tidak gagal, misalnya, karena ruwetnya birokrasi.

Padahal proyek yang dia gagas dan dia perjuangkan ini bukan proyek sembarangan. Besar skalanya, besar urusannya, dan besar biayanya.

Inilah proyek yang kalau jadi nanti bisa mengubah peta logistik nasional. Inilah SATU proyek yang kalau jadi nanti nilainya lebih besar dari apa yang sudah di­bangun di Tanjung Priok se­lama 130 tahun.

Inilah proyek yang akan membuat pelabuhan di Indonesia sejajar dengan pelabuhan-pela­buhan besar di dunia. Kalau pun tidak menang, kita tidak akan ka­lah lagi dari Malaysia atau Si­ngapura. Inilah pelabuhan yang dalamnya sampai 16 meter se­hingga kapal terbesar di dunia pun bisa bersandar di Jakarta.

Inilah The New Tanjung Priok.

Dunia perkapalan memang pu­nya kecenderungan baru; kian ta­hun kian besar saja ukuran kapal yang dibuat. Ini untuk mengejar efisiensi angkutan barang. Kian besar kapalnya kian banyak yang bisa diangkut. Dan kian murah biaya angkutannya. Akibatnya kian banyak saja kapal yang tidak bisa mampir ke Indonesia.

Indonesia pun kian terkucil. Pelabuhan-pelabuhan Indonesia ha­nya bisa jadi feeder untuk pelabuhan-pelanbuhan besar di negara lain. Sekarang ini misal­nya sudah ada kapal yang begitu be­sarnya sehingga bisa me­ngang­kut 18.000 kontainer. Pelabuhan kita kian jauh dari itu. Pelabuhan sebesar Tanjung Perak Surabaya pun hanya mampu menerima kapal 3.000 kontainer. Medan, Makassar, dan Batam hanya bisa menerima kapal 1.000 kontainer. Betapa jauhnya kapasitas yang harus kita loncati.

Lino tergolong CEO BUMN yang tidak pantang menyerah. Dia tembus semua kesulitan. Dia gedor semua pintu. Dia hadapi semua persoalan. Wajar jika di ajang Anugerah BUMN tahun lalu di mendapat gelar CEO BUMN Paling Inovatif.

Tapi Lino juga beruntung. Men­ko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof Armida Alisyahbana, dan terutama Men­teri Perhubungan EE Mangin­da­an, berada dalam satu barisan. Bah­­kan Presiden dan Wakil Pre­siden memonitor terus proyek ini.

Masalah terakhir yang sangat melegakan adalah ketika Menhub EE Mangindaan memberikan hak konsesi selama 70 tahun. Dengan keluarnya keputusan itu tidak ada lagi masalah birokrasi yang di­nanti. Kini semuanya tinggal men­jadi tanggung jawab Lino. Mulai dari bagaimana mem­ba­ngun fisiknya hingga bagaimana men­cari uangnya yang sebesar gajah bengkak itu.

Proyek ini memang tidak meng­gunakan dana dari negara sama sekali. Tidak ada dana dari APBN. Begitu kuatnya keinginan agar pro­yek ini segera terea­li­sa­sikan (tahap satu harus sudah bisa diresmikan tahun 2014), sebelum hak konsesi didapat pun semua persiapan sudah diselesaikan. Dengan demikian begitu semua perizinan beres proyek langsung bisa dimulai.

Minggu ini kontrak pekerjaan sudah bisa ditandatangani antara Lino dan Bambang Triwibowo Dirut PT PP (Persero) Tbk. PP adalah BUMN yang sudah sangat berpengalaman membangunm pelabuhan. Saya akan minta begi­tu hari itu tanda tangan kontrak dilakukan, besoknya PT PP sudah harus mulai bekerja.

Lantaran letak pelabuhan baru ini di tengah laut (untuk menda­pat­kan kedalaman yang cukup),  maka Lino juga menggagas per­lunya jalan tol baru yang lang­sung menuju pelabuhan ini. Se­ka­ligus ikut mengatasi padatnya lalu lintas truk di kawasan Priok. Proyek jalan tol sepanjang 7 km ini­lah yang Jumat lalu juga dise­pa­kati untuk langsung saja diba­ngun oleh PT Jasa Marga (Per­sero) Tbk. Proyek ini juga me­libatkan PT Kawasan Berikat Nu­santara (Persero) karena harus menggunakan tanah miliknya.

Begitu pelabuhan baru dan jalan tol baru mulai dikerjakan, empat perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pelabuhan mulai menjalankan program pe­ningkatan kapasitas di beberapa pelabuhan utama.

Dengan demikian pelabuhan seperti Medan, Batam, Surabaya, dan Makassar akan berubah men­jadi pelabuhan yang  bisa dima­suki kapal 3.000 kontainer. Me­reka juga akan membuat pela­bu­han baru yang langsung beruku­ran besar di Sorong.

Semua perubahan tersebut ten­tu perlu segera diantisipasi oleh kalangan bisnis, terutama bisnis perkapalan. Misalnya saja sampai saat ini belum ada pengusaha ka­pal kita yang memiliki kapal ke­las 3.000 kontainer. Tentu se­ka­rang perlu menyiapkan diri agar kelak bisa benar-benar menjadi tuan rumah di negeri sendiri. ***


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

IPW Dinilai Tidak Netral soal Evaluasi Pelaku Tambang Nikel

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:47

Megawati Kirim Bunga Buat HUT Gerindra sebagai Tanda Persahabatan

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:33

Tiga Petinggi PN Depok dan Dua Pimpinan PT Karabha Digdaya Resmi jadi Tersangka

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:13

Reaksi Menkeu Purbaya Ada Anak Buah Punya Safe House Barang Korupsi

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:37

Gerindra Sebar Bibit Pohon Simbol Keberlanjutan Perjuangan

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:25

Gus Yusuf Kembali ke Dunia Pesantren Usai Mundur dari PKB

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:15

Bahlil Siap Direshuffle Prabowo Asal Ada Syaratnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:12

Dasco Jaga Kenegarawanan Prabowo dari Ambisi Jokowi

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:05

PDIP Tak Masalah PAN dan PKB Dukung Prabowo Dua Periode

Jumat, 06 Februari 2026 | 21:53

KPK Dikabarkan Sudah Tetapkan 5 Tersangka OTT Depok

Jumat, 06 Februari 2026 | 21:29

Selengkapnya