Berita

munir

Syahganda: Bangsa Ini Harus Berterima Kasih pada Sosok Munir

JUMAT, 07 SEPTEMBER 2012 | 17:07 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Bangsa ini harus berterima kasih kepada sosok Munir atas segala perjuangan gigihnya dalam menegakkan Hak Azasi Manusia (HAM) di Indonesia semasa hidup.

Karena itu, momentum delapan tahun kematiannya yang pahit wajib dikenang oleh semua pihak demi melanjutkan cita-cita almarhum terhadap Indonesia yang bebas dari kekerasan maupun pelanggaran HAM.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan, di Jakarta, Jumat (7/9).

"Munir adalah fenomena, simbol, dan monumen keberanian milik bangsa yang sulit dicari tandingannya, dengan turut meletakkan bangunan kehormatan HAM di tanah air secara telanjang dada," kata Syahganda.

Menurutnya, semangat dan kiprah almarhum dalam memperjuangkan HAM di masa lalu, setidaknya menjadi titik tolak berbagai elemen untuk menggelorakan upaya-upaya penegakan HAM secara nasional hingga kini. Lebih lagi, katanya, Munir justru memulainya dalam rentang kekuasaan rezim Orde Baru yang dikenal otoriter tersebut.

"Di saat orang lain umumnya masih ketakutan dan tidak sanggup berdiri di barisan depan, Munir lah yang menjadi orang unik sekaligus bisa berteriak paling keras untuk terus mengibarkan makna perjuangan HAM, meski disadari berisiko tinggi dan menyebabkan sejumlah kalangan resah atau memusuhinya," jelasnya.

Ia menambahkan, kasus kematian Munir yang tidak wajar serta penuh rekayasa jelas masih menyisakan keraguan di masyarakat luas. Dengan demikian, penanganan tuntas tragedi kematian Munir memerlukan langkah lanjut oleh pemerintah guna membuka titik terang yang semakin kuat.

"Sebab, para pelaku besarnya, kan masih belum tersentuh, termasuk apakah ada keterlibatan institusi negara ataukah tidak dalam pembunuhan Munir,” tegas anggota Dewan Pengarah Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-UTB) Pusat ini.

Terkait ini, Syahganda juga menagih sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat berjanji akan mengungkap misteri utama kematian Munir, selain diharapkan menyelesaikan dengan tanggungjawab hukum yang tegas dan memuaskan publik. [zul]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya