Berita

ansyaad mbai

Kampus 'Dikuasai' Kelompok Radikal, Ton Pertanyakan Informasi Ansyaad Mbai

JUMAT, 07 SEPTEMBER 2012 | 14:29 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sebanyak 86 persen mahasiswa di 5 kampus ternama di Pulau Jawa menolak Pancasila sebagai dasar negara. Data yang disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyaad Mbai kemarin itu dipertanyakan.

"Kami mempertanyakan akurasi informasi tersebut," ujar Sekjen Angkatan Muda Majelis Dakwah Indonesia Ton Abdillah Haz kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 7/9).

Karena, sepengetahuan Ton, saat ini mahasiswa di kampus-kampus sedang bergairah mendiskusikan secara hangat tentang kedaulatan dan kemandirian Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Coba cek tema-tema kongres mahasiswa. Hampir semua mengangkat tentang itu. Tema ini diangkat karena gerah melihat banyak elit korupsi dan untuk menjaga kedaulatan negara," ungkap Ton.

Karena itu Ton mengungkapkan, data yang dirilis oleh Ansyaad tersebut berbanding terbalik dengan apa yang ada di lapangan.

Tak hanya itu, mantan Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini juga mempersoalkan pernyataan Ansyaad Mbai bahwa organisasi Islam di sekolah-sekolah juga sudah dikooptasi kelompok radikal.  "Itu berbahaya kalau digeneralisasi. Ini membuat orang tua melarang anaknya gabung di Rohis dan organisasi mahasiswa Islam, seperti IMM, HMI," bebernya.

Ton menegaskan, jangan ragukan bagaimana kecintaan umat Islam terhadap negeri ini. Kemerdekaan Indonesia tak bisa dipisahkan dari perjuangan umat Islam.

Dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR kemarin, Ansyaad melansir bahwa kampus saat ini kewalahan menghadapi gerakan radikalisme tersebut. Meski memang dia mengutip dari hasil survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). "Hasil penelitian LIPI 5 universitas ternama di Jawa, 86 % mahasiswanya menolak Pancasila sebagai dasar negara," ujarnya. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya