Berita

jenazah suherman

Kenapa Jenazah Brigadir Satu Suherman Tak Diotopsi?

SELASA, 04 SEPTEMBER 2012 | 13:24 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Daripada menuduh Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) pimpinan Abu Bakar Baasyir berada di balik serangkaian aksi teror di Solo, lebih baik polisi dan Kepala Badan Nasional Penganganan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai menjelaskan apa dasar hukum menembak Farhan dan Muhksin pada Jumat malam lalu.

Demikian disampaikan Jubir JAT Sonhadi kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 4/9).

"Apa bukti keterlibatan Farhan Cs dengan 3 peristiwa sebelumnya. Polisi harus bisa membuktikan bahwa Farhan dan Muhsin terbukti dengan tiga peristiwa itu," jelas Sonhadi.

Penembakan terhadap Farhan dan Muhsin di Jalan Veteran Solo setelah sebelumnya terjadi serangkaian penyerangan terhadap pos polisi.

"Kalau karena alasan dia (Farhan) menyerang, kan harus bisa dibuktikan bahwa benar peluru yang terkena pada Suherman, peluru siapa itu sebenarnya. Makanya harus diotopsi dulu," imbuhnya.

Dalam baku tembak itu, seorang anggota Densus 88 tewas. Yaitu Brigadir Satu Suherman. Tapi jenazah Suherman tidak diotopsi.

"Itu kan tidak ada otopsi, tapi langsung dimakamkan. Berbeda perlakukan dengan Farhan Cs yang saat ini masih ada di Kramat Jati dengan alasan (untuk) otopsi. Itu kan dalam satu peristiwa yang sama," kata Sonhadi lagi.

Bila otopsi itu dilakukan, dia menambahkan, publik akan tahu apakah benar peluru yang bersarang di tubuh Suherman itu berasal dari peluru yang dilesakkan oleh Farhan CS kalau memang betul ditemukan Farhan Cs membawa senjata.

"Itu (otopsi) kunci untuk tahu jenis kaliber apa yang masuk. Kan bisa dilihat disitu kan. Apalagi IPW sudah menilai ada kejanggalan. Itu yang mesti dijelaskan. Jadi polisi harus berlandaskan hukum tidak main tembak," ungkapnya.

Apalagi, masih kata Sonhadi, ada saksi yang mengungkapkan, sebenarnya tidak terjadi baku tembak saat itu. Tapi hanya penembakan satu arah setelah Farhan Cs ditabrak. Nah, penyebutan JAT berada di balik aksi teror ini, adalah untuk mengalihkan publik dari persoalan tersebut. [zul]


Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya