DIN syamsuddin/ist
DIN syamsuddin/ist
Hal itu dikatakannya dalam taushiyah Halal Bi Halal keluarga besar Universitas
Muhammadiyah Jakarta (UMJ), di Jakarta, Senin (3/9).
Keberagamaan yang benar dan berdampak, lanjut Din, adalah beragama yang dinamis, efektif dan fungsional. Hanya dengan tiga model keberagamaan itulah Islam diyakini akan bermanfaat dan membawa kejayaan peradabannya.
"Tidak dipungkiri, masih banyak umat Islam yang mengamalkan Islam secara paguyuban, berkumpul ribuan orang zikir hingga menangis. Tentu saja tidak salah. Tapi menangis juga tidak menyelesaikan masalah," ujar Din.
Masih menurut Din, ciri khas yang dianut Muhammadiyah adalah beragama yang dinamis dan fungsional. Kalaupun berkumpul, hanya puluhan atau ratusan, tapi setelah itu menghasilkan karya konkret, seperti berdirinya rumah sakit, universitas dan lain sebagainya.
Untuk itu, harap Din, segenap civitas akademika UMJ dapat menjadi pelopor dari peningkatan kualitas diri dan umat hingga menjadi khoiru ummah (ummat terbaik) melalui praktek keberagamaan yang benar, yakni dinamis, efektif dan fungsional. [zul]
Populer
Rabu, 08 April 2026 | 05:43
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Kamis, 09 April 2026 | 12:18
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Senin, 13 April 2026 | 08:21
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Kamis, 09 April 2026 | 16:31
UPDATE
Sabtu, 18 April 2026 | 09:43
Sabtu, 18 April 2026 | 09:18
Sabtu, 18 April 2026 | 09:08
Sabtu, 18 April 2026 | 08:47
Sabtu, 18 April 2026 | 08:30
Sabtu, 18 April 2026 | 08:17
Sabtu, 18 April 2026 | 08:03
Sabtu, 18 April 2026 | 07:55
Sabtu, 18 April 2026 | 07:41
Sabtu, 18 April 2026 | 07:18