Berita

Rizal Ramli

Brilian, Rizal Ramli Layak Jadi Capres Alternatif

MINGGU, 02 SEPTEMBER 2012 | 16:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ada dua alasan kenapa tokoh-tokoh yang sudah digadang-gadang selama ini untuk maju sebagai calon presiden pada pemilihan presiden 2014 mendatang, tapi elektabilitasnya jeblok.

"Pertama ketidakpercayaan rakyat kepada partai politik. Rakyat nyaris sudah tidak percaya lagi. Kedua, figur-figur yang ada ini adalah hasil daur ulang. Track record mereka tidak ada yang membanggakan," ujar pengamat politik Iberamsyah kepada Rakyat Merdeka Online petang ini (Minggu, 2/9).

Gurubesar Ilmu Politik Universitas Indonesia itu mengungkapkan hal tersebut saat dimintai tanggapan hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) yang dirilis belum lama ini.

Hasil survei itu menyebutkan, dari delapan figur, yaitu Megawati Soekarnoputri, M. Jusuf Kalla, Prabowo Subianto, Wiranto, Aburizal Bakrie, Sri Sultan HB X, Anas Urbaningrum, Hatta Rajasa, tidak ada yang memiliki elektabilitas di atas 10 persen. "Saya rasa itu mendekati empirik, apa yang dirasakan oleh rakyat di lapangan. Bagus itu hasil survei," tambah Iberamsyah.

Makanya, Iberamsyah juga sepakat dengan penilaian SMRC bahwa calon alternatif punya kesempatan untuk untuk maju sebagai capres. Menurutnya, beberapa nama calon alternatif adalah Sutiyoso, yang telah berhasil memimpin Jakarta selama dua periode dan mantan Panglima TNI Endriartono Sutarto. "Itu dari militer. Dari kalangan sipil ada Jimly Asshiddiqie, Mahfud MD, dan Dahlan Iskan. Jadi masih banyak," ungkapnya.

Satu lagi capres alternatif di mata Iberamsyah adalah Rizal Ramli. Menurut Iberamsyah, mantan Menko Perekonomian itu sosok yang brilian dan punya kualitas untuk jadi capres.

"Tapi, Pak Rizal itu kurang dipasarkan. Orangnya brilian sekali. Sayangnya beliau tidak disosialisasikan ke bawah. (Beliau) hanya dikenal di kalangan atas dan pemerhati. Makanya perlu disosialisasikan ke bawah beliau itu pemikir bangsa," tandasnya. [zul]


Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya