Berita

presiden sby

Di Malaysia Ceria, Kok di Indonesia Anak-anak Tertidur Peringati Hari Anak

JUMAT, 31 AGUSTUS 2012 | 14:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ribuan anak-anak TKI yang bekerja di kebun kelapa sawit di Sabah, Malaysia, tetap ceria, tidak ada yang tertidur, meski Peringatan Hari Anak dan Upacara Peringatan Kemerdekaan RI pada Rabu (29/8) digelar sampai tengah malam, pukul 24.00 waktu Sabah.

Bila dibandingkan dengan peringatan yang dilaksanakan di Indonesia, muncul pertanyaan ada apa dengan peringatan hari anak di Indonesia yang langsung dihadiri Presiden SBY sehingga anak sampai ketiduran.

"Apakah karena anak-anak kecapean seperti kata panitia, atau rangkaian acaranya tidak menarik sehingga anak-anak sampai ketiduran," ujar Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) M. Ihsan (Jumat, 31/8). 

Dijelaskan Ihsan, kelompok pendongeng bertanya mengapa SBY tidak menyapa anak-anak sehingga semua fokus ke pidato SBY, seperti kebiasaan para pendongeng saat memulai acara.

Biasanya pendongeng mengucapkan,  "Adek-adek." Semua pun menjawab "siap."  Lalu diikuti dengan ajakan tepuk satu. Semua bertepuk, sehingga tidak ada yang tidur.

"Ini kembali pada penyelenggara kegiatan yang tidak memahami dunia anak-anak, sehingga Presiden dihadapkan pada anak-anak dengan perspektif orang dewasa," sambung Ihsan.

"Semoga ke depan kita lebih arif melihat dunia anak-anak, sehingga tragedi Presiden SBY menegur anak-anak yang tertidur tidak terulang kembali," harap Ihsan, yang juga Ketua Satuan Tugas Pengadilan Anak ini.

Pada saat berpidato di acara puncak peringatan Hari Anak Nasional 2012 di Theater Imax Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Rabu lalu, SBY menegur anak-anak yang tertidur. "Tolong bangunkan yang tidur, itu ada satu dua yang tidur," kata SBY. [zul]


Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya