Berita

ilustrasi

PASAR KLEWER

Memanas, Jokowi Bentuk Paguyuban Pedagang Tandingan?

KAMIS, 30 AGUSTUS 2012 | 15:29 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Di tengah penolakan paguyuban pedagang pasar Klewer, Solo, akan proyek revitalisasi, tiba-tiba muncul paguyuban pedagang pasar tandingan. Paguyuran pasar tandingan ini justru mendesak Pemko untuk merevitalisasi pasar. 

Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKappi), Abdullah Manshuri, kepada Rakyat Merdeka Online  (Kamis, 30/8). 

"Cuman memang ada info dari pedagang yang cukup meresahkan. Ada paguyuban tandingan. Yang aslinya hanya ada Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK), sekarang ada Komite Pedangan Pasar Klewer. Ini dianggap tandingan oleh pedagang karena mendesak Pemko merevitalisasi," jelasnya.

Untuk HPPK, mereka hanya meminta Pemko Solo lebih pro aktiv, bijaksana dan mengutamakan silaturrahim, tranparansi agar proses yang dilalui bisa diketahui pedagang sebagaimana mestinya.

"Itu kan akan ada dampak lingkungan, sosial. Itu harus ada transparansi. Transparansi hasil, transparansi anggaran. Kami berharap dipublish ke pedagang sebaik mungkin," ungkapnya.

Isu yang ia peroleh, keberadaan paguyuban pedagang yang mendesak program revitalitasi itu adalah ciptaan Pemko Solo sendiri. "Ini (kalau memang dicipatakan Pemko), kan tidak kita harapkan," ungkapnya.

Namun, apa pun itu, dia meminta Pemko Solo berkomunikasi secara intens dengan pedagang. Jangan sampai ada perpecahan di kalangan pedang dan jangan ada aspirasi yang tidak diperhatikan.

"Kami mengimbau jangan terpancing dan membuat  kerusuhan. Karena informasi sudah mulai memanas. Kami akan melakukan komunikasi dengan pihak pedagang, Pemko. Dan Ikappi siap memediasi, mengadvokasi pedagang yang dirugikan," ungkapnya.

Bukankah selama ini disebut-sebut Walikota Solo Jokowi berhasil merevitaliasi Pasar Klewer?

"Kami tidak mau masuk ke wilayah politik. Mohon tidak tarik kesitu. Catatan kami ada pro kontra, ada kondisi memanas. Nanti tunggu waktunya kami akan konferensi pers membeberkan fakta yang ada di Solo," tandasnya. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya