Berita

istimewa

Kelompok Syiah Tuding Ada Tangan Jahat yang Bermain di Sampang

RABU, 29 AGUSTUS 2012 | 10:09 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pernyataan sejumlah pejabat pemerintahan bahwa kerusuhan Sampang disebabkan masalah keluarga dinilai sebagai upaya penyederhanaan masalah.

"Ya jelas dong (penyederhanaan masalah). Kalau masalah keluarga, lalu kenapa Kapolri dan Ka Bakin dikirim," ujar Ketua Umum Ahlul Bait Indonesia (ABI), Hasan Dalil Alaydrus Al Batawy, kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Rabu, 29/8).

Meski begitu dia juga tidak sepakat bahwa penyerangan kepada kelompok Syiah pada Minggu lalu karena perbedaan paham keagamaan. Karena menurutnya, perbedaan paham keagamaan antara Syiah dan Sunni sebenarnya sudah selesai.

"Almarhum Gus Dur, Gus Sholah, Said Aqil Siraj,  Ketua MUI Sahal Mahfudz jelas sudah mengatakan Syiah adalah saudara kita. Begitu juga Din Syamsuddin. Jadi itu sudah selesai," sambungnya.

Lalu apa penyebab terjadinya kerusuhan Sampang?

"Indonesia ini negara besar. Penduduk Muslim Sunni terbesar di dunia ada Indonesia. Kalau Muslim Syiah ada di Iran. Ini ada tangan jahat lagi bermain. Karena kalau (umat Islam) bersatu bisa membendung arogansi kapitalisme, arogansi zionisme, kejahatan Amerika dan lain-lain," tegasnya.

"Jadi ada yang mengobok-obok. Jelas kok pihak ketiga itu Zionis, Amerika dan raja-raja jahat di Timur Tengah," ungkapnya.

Apakah tangan jahat itu sampai bermain di Sampang?

"Ia jelas dong. Pokoknya Indonesia dibuat tidak tenang dalam membangun. Karena kalau Indonesia besar, umat Islam akan cerdas dan maju dan bisa bersatu dengan Iran. Nah, mereka tidak mau itu," dalihnya.

Menurutnya, rencana jahat pihak ketiga itu bisa digagalkan kalau pengikut Sunni mengikuti pesan para tokoh seperti Gus Dur dan Din Syamsuddin bahwa kita adalah bersaudara. Sementara kepada kelompok Syiah dia meminta untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang bisa menyelut kemarahan umat Islam yang berajaran Sunni.

Kepada pemerintah apa saran Anda?

"Pemerintah tinggal jalankan saja apa tujuan negara itu (dibentuk)," katanya singkat.[zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya