Berita

Kerusuhan Sampang Harus Dijadikan Dasar Evaluasi Kepala Polri dan BIN

RABU, 29 AGUSTUS 2012 | 09:02 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kritik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap kinerja intelijen harus menjadi langkah perbaikan mendasar di jajaran institusi yang mengoperasikan kegiatan intelijen, utamanya kepolisian serta Badan Intelejen Negara (BIN).

Sebelumnya, SBY mengungkapkan, instrumen intelijen tidak berperan mengantisipasi penyerangan sekelompok pihak terhadap penganut ajaran Syi’ah berupa pembakaran rumah mengakibatkan kerugian jiwa di Desa Karang Gayam, Omben dan Desa Bluuran, Karangpenang, Kabupaten Sampang, Madura pada Minggu lalu.

"Bahkan, peristiwa yang menistakan rasa kemanusiaan dan merobek harmoni bangsa itu perlu dijadikan pijakan oleh Presiden SBY untuk mengevaluasi kinerja Kepala BIN dan Kapolri secara komprehensif," kata Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan di Jakarta, Selasa (28/8).

Menurutnya, evaluasi sepenuhnya menjadi hak Presiden SBY termasuk mengupayakan apakah diperlukan restrukturisasi atau pergantian elit-elitnya. Dengan demikian, ke depan bangsa ini akan mendapatkan bangunan intelijen yang meletakkan fungsinya secara profesional, benar, serta mampu menjaga tatanan kemasyarakatan dan kehidupan berbangsa secara bermartabat.

Dikatakan, dunia intelijen di Tanah Air beserta aparatnya seringkali dirasakan tidak berdaya menghadapi berbagai kasus konflik terbuka di masyarakat, sehingga terjadi pembiaran berkembangnya perilaku anarkis sosial yang bersifat pelanggaran hukum, ataupun berakibat mengorbankan HAM (Hak Azasi Manusia) di antara sesama anak bangsa.

Syahganda tidak yakin, lingkungan intelijen tidak mampu mengendus adanya awal pertentangan yang meliputi benih-benih ke arah konflik antarkelompok sosial, sehingga berujung merugikan tatanan harmoni di tengah masyarakat secara dramatis.

"Pasti kalangan intelijen sudah mempunyai data dan mencium potensi konflik, karena jumlah aparatur dan jaringannya, kan luas. Namun demikian, disayangkan tidak mendorong langkah penyelesaiannya, kecuali sekedar membiarkan hingga menjadi babak-belur,” ujarnya.

Ia menambahkan, pernyataan pejabat intelijen yang cenderung tidak lugas atau justru mengaku kecolongan juga sulit diterima akal sehat. Bahkan, tidak menutup kemungkinan dengan pembiaran konflik telah mengindikasikan keterlibatan dunia intelijen itu sendiri, baik dengan motif politik yang tidak sehat atau berupa rivalitas dengan fungsi intelejen di tempat lain.

"Inilah yang harus dijawab oleh otoritas intelijen, supaya masyarakat tidak terus terperangkap kepada gejolak konflik, di samping untuk menanamkan harapan terhadap kebutuhan peran intelijen yang lebih baik dan dinamis," demikian Syahganda. [zul]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya