Berita

Anggaran Besar, BIN Tak Boleh Kecolongan Lagi

SELASA, 28 AGUSTUS 2012 | 15:39 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Badan Intelijen Negara (BIN) diminta bekerja lebih optimal untuk mencegah terjadinya konflik sosial di masyarakat seperti yang baru-baru ini terjadi di Sampang, Madura.

Menurut anggota Komisi I DPR RI Ahmed Zaki Iskandar, dengan anggaran yang cukup besar, seharusnya BIN tidak lagi kecolongan mengantisipasi konflik sosial.

Dikatakan Zaki, pada 2012 anggaran BIN cukup besar. Total anggaran BIN tahun 2012  mencapai Rp 1,4 triliun, dari Rp 1,2 triliun pada 2011. Dari total anggaran sebesar itu, anggaran  operasi intelijen Rp 378 miliar dan anggaran kontra intelijen sebesar Rp 223 miliar.

"Dengan anggaran sebesar itu, seharusnya BIN tidak lagi kecolongan soal potensi kerusuhan di masyarakat," tutur Zaki, (Selasa, 28/8).

Menurut Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tangerang ini, kalau BIN masih kecolongan, publik akan mempertanyakan kinerja BIN karena anggaran operasional BIN berasal dari pajak rakyat.

"Kita berharap agar anggaran untuk operasi intelejen dan kontra intelejen bukan hanya untuk menjaga kepentingan pemerintah saja,  tetapi juga untuk menjaga keamanan semua rakyat Indonesia," calon Bupati Kabupaten Tangerang dalam Pemilikada Kabupaten Tangerang Desember mendatang.

Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai kasus di Sampang bisa terjadi karena intelejen lokal, meliputi intelejen kepolisian dan teritorial TNI belum bekerja optimal.  "Kalau intelijen bekerja benar dan baik, akan lebih bisa diantisipasi, dideteksi keganjilan yang ada di wilayah itu, " tuturnya. [zul]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya