Berita

lukman hakim saifuddin

Lukman Hakim Saifuddin: Insiden Sampang bukan hanya Karena Perbedaan Paham Keagamaan

SELASA, 28 AGUSTUS 2012 | 12:22 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Konflik antara kelompok Sunni dan Syiah di Sampang, Madura tak bisa disimpulkan hanya karena adanya perbedaan paham keagamaan di antara dua kelompok dalam Islam tersebut.

Insiden yang terjadi untuk kedua kalinya pada Minggu (26/8) lalu itu merupkan perseteruan-laten yang  diakibatkan karena adanya multi-konflik yang saling terkait satu dengan lainnya.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum DPP PPP Lukman Hakim Saifuddin dalam rilis yang diterima Rakyat Merdeka Online (Selasa, 28/8).

"Ada konflik keluarga, rebutan pengaruh, rebutan sumber ekonomi, dan sengketa politik lokal akibat dan jelang pilkada. Berbagai konflik yang sudah berlangsung lama itu makin dipertajam dengan adanya perbedaan paham keagamaan Sunni-Syiah," jelas Lukman.

Di sisi lain, masih kata Lukman, harus diakui, karakter khas masyarakat Madura yang amat menjunjung tinggi harga-diri, sehingga persoalan yang mungkin "biasa" bagi orang lain bisa menjadi amat prinsipil bagi mereka.

Terkait kasus itu, PPP sendiri mengapresiasi sikap Pemerintah berikut aparatnya yang telah menyantuni korban. Tapi itu langkah darurat jangka amat pendek.

"Penegakan hukum harus dilakukan, baik terhadap merek yang lakukan tindak kriminal pembakaran, penganiayaan, pembunuhan, maupun terhadap pihak-pihak yang memprovokasi masyarakat dengan menyebarkan ajaran yang bisa dikategorikan sebagai penodaan/penistaan agama," ungkap Wakil Ketua MPR ini.

Ke depan yang juga mendesak adalah menghadirkan negara, dengan melibatkan semua tokoh formal dan informal, untuk menciptakan masyarakat kita yang lebih berkesadaran bahwa kemajemukan itu mendatangkan berkah, bukan musibah. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya