Berita

m. ihsan/rmol

KPAI: Jangan Perlebar Kesenjangan Antara Pulau di Indonesia

MINGGU, 26 AGUSTUS 2012 | 23:53 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Anak-anak yang tinggal di Pulau Tunda, Serang, Banten, belum mendapatkan progam yang layak. Infrastruktur dan sarana pendidikan sangat terbatas di pulau yang dihuni sekitar 450 KK tersebut.

"Seperti listrik yang tidak ada siang hari. Guru-guru datang sangat jarang sekali. Bahkan, kepala sekolah selama tiga tahun, tidak pernah nginap disana. Ini membuktikan dukungan sangat minim," ujar Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) M. Ihsan.

Hal itu disampaikan Ihsan sesudah penutupan acara "One Day 4 Children Tunda Island," yang digelar Gerakan Para Pendukung untuk Kemanusiaan (GePPuK) di Pulau Tunda Serang, Banten Jumat-Sabtu, (25-26/8).

"Jadi pendongeng datang ini merupakan satu alternatif. Tapi juga menggugah pemerintah, perhatian kita pada anak pulau ini masih rendah," sambung Ihsan.

Kedua, tingkat putus sekolah anak SMA di pulau itu juga sangat tinggi. Karena, di pulau seluas sekitar 300 hektar itu, jenjang pendidikan formal hanya tersedia sampai SMP.

"Karena kalau (SMA) ke darat, mereka harus mengeluarkan biaya besar. Sedangkan pemerintah tidak bisa menjamin mereka akan mendapatkan biaya murah. Tak hanya biaya sekolah, tapi juga kebutuhan mereka tinggal. (Karena tak ada jaminan), Sehingga mereka putus sekolah," lanjut Ihsan.

Karena tak mendapat pendidikan tinggi dan informasi yang diperoleh juga terbatas, anak-anak dan para orang tua, akhirnya berparadigma sama: tak perlu repot, cukup menjadi pelaut. "Mata rantai kemiskinan dan kebodohan akhirnya susah diputus. Anak terpuruk ketika ayah terpuruk," ujarnya.

Kehadiran pendongeng dan Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Anak (PA) ingin menunjukkan kepada pemerintah, bahwa fasilitas di pulau itu sangat minim.

"Sebenarnya inikan tidak begitu jauh dari Jakarta. Ini sebuah ilustrasi ketidakmampuan (pemerintah) mengurus pulau-pulau yang tidak mendapat akses. Coba kita bayangkan bagaimana dengan (pulau-pulau) di Kepri, NTT, Ambon," ungkap Ketua Satgas ini.

Karena itu pihaknya mendorong pemerintah melakukan asessment secara mendalam bagaimana kondisi anak-anak di pulau kecil, yang selama ini seakan tak diperhatikan.

Tak hanya itu, mereka juga mendorong pemerintah memerhatikan agar tidak terjadi kesenjangan yang sangat lebar antara pulau di Indonesia. Karena jumlah penduduk yang tinggal di pulau-pulau kecil dan dekat di perbatasan dengan negara tetangga itu bukan hanya satu dua, tapi ribuan, bahkan puluhan ribu.

"Inikan beban masa depan bangsa. Kalau tak didorong progam yang konkret yang bisa memenuhi kebutuhan mereka, mata rantai kebodohan dan kemiskinan tak terputuskan. Presiden harus betul-betul melihat ini sebagai agenda nasional. Kalau mereka diabaikan, jangan salahkan kalau ada letupan sosial. Saya pikir ini harus menjadi masukan awal sehingga (kita) tidak ribut ketika ada masalah," tandas Ihsan mewanti-wanti. [zul]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya