Berita

kak ade (baju putih)/ist

GePPuK Galakkan Tradisi Dongeng yang Mulai Tergerus

MINGGU, 26 AGUSTUS 2012 | 15:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Para pendongeng yang tergabung dalam Gerakan Para Pendongeng untuk Kemanusiaan (GePPuK) prihatin atas semakin hilangnya budaya dongeng di tengah masyarakat Indonesia. Padahal, dongeng merupakan sarana yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai moral kepada anak-anak.

Koordinator Acara Ade M. Syafaat, "One Day 4 Children Tunda Island" mengungkapkan hal tersebut kepada Rakyat Merdeka Online di sela-sela acara di Pulau Tunda, Serang, Banten. Acara ini berlangsung dua hari, Jumat-Sabtu (24-25/8). 

"Dongeng itu budaya tutur yang sudah ada sejak dahulu. Dongeng itu sebenarnya tugas ibu-ibu. Tapi sekarang, karena pengaruh media elektronik, budaya itu hilang. Jadi sekarang, kita menggalakkan bagaimana orang-orang semua mendongeng," jelas Kak Ade, panggilan pendongeng yang tergabung dalam Dongeng Ceria Management (DCM) ini.

Soal pemilihan tempat, Ade menjelaskan, pada awalnya DCM mempunyai anak-anak binaan yang berasal dari pulau tersebut. Karena memiliki komunitas para pendongeng, yaitu GePPuK, mereka lalu berencana menggelar acara dongeng dan berbagi dengan masyarakat setempat.

"Mereka (GePPuK) tertarik. Tak hanya GePPuK, semuanya ikut terlibat. Dan kita ingin menyedekahkan sepeda," jelasnya.

Sambutan para donatur terhadap acara itu juga sangat positif. Bahkan ada masyarakat yang ingin menyumbangkan kereta roda tiga dan kereta dorong untuk anak-anak pulau tersebut.

"Tapi karena susah (membawanya), akhirnya roda dua saja (yang diterima). Sepeda ini kita tujukan untuk semua masyakat, bukan perseorangan. Jadi mereka bisa bersepeda," jelasnya sambil merinci bahwa jumlah semua sepeda sebanyak 25 buah.

Selain mendongeng dan membagikan sepeda serta Sembako, dalam rangkaian acara itu, para pendongeng dan peserta One Day 4 Children Tunda Island dari Jakarta menginap di rumah-rumah warga. Diharapkan, lewat menginap di rumah warga, peserta semakin mensyukuri nikmat yang diterima dari Allah.

"Para peserta itu kita ajak mensyukuri apa yang diterima di kota. Ternyata, di sisi lain, lima jam dari Jakarta, ada orang yang mungkin lebih memperihatinkan dari kita. Dan agar donatur tahu, yang diberikan itu tidak salah sasaran," tandasnya. [zul]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya