Berita

Mark David Chapman

Dunia

Lagi, Pembunuh John Lennon Minta Potongan Masa Hukuman

RABU, 22 AGUSTUS 2012 | 23:53 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Mark David Chapman tak mudah menyerah. Untuk kali ketujuh ia akan menyampaikan permohonan pemotongan masa hukuman.

Sidang untuk mendengarkan permohonan pembunuh penyanyi legendaris asal Inggris, John Lennon, itu akan digelar Rabu pagi waktu Amerika Serikat (22/8).

CNN melaporkan, Chapman akan diinterview oleh dua atau tiga anggota Dewan Parole. Informasi ini diperoleh dari Carole Claren-Weaver, Jurubicara Departemen Koreksi New York.

Permohonan parole Chapman terakhir kali disampaikan pada 2010 lalu. Permohonan itu ditolak karena ia dianggap belum memiliki tingkah laku yang sepantasnya dan tidak dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan komunitas.

Permintaan pengurangan masa hukuman juga disampaikan Chapman pada pada tahun 2000, 2002. 2004, 2006, dan 2008.

Pria yang kini berusia 57 tahun itu menjalani hukuman di Penjara Wende di Alden, New York. Dia menempati sebuah sel dan diberikan kesempatan keluar dari sel itu selama tiga jam setiap hari.

Sebelumnya, Chapman dipenjara di Attica.

Di tempatnya yang baru kini ia meminta agar diberikan kesempatan lebih lama bertemu anggota keluarga.

Chapman membunuh Lennon di depan apartemen Lennon di Manhattan, New York, pada 8 Januari 1980. Disebutkan bahwa setiap kali Chapman hendak mengajukan pengurangan masa hukuman, janda Lennon, Yoko Ono, selalu menulis surat kepada Dewan Parole untuk menolak permintaan Chapman itu. [guh]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya