Berita

jokowi/ist

Jokowi Harus Bantu Masyarakat dengan Menjelaskan Isu APBD dan Dana Bansos

RABU, 22 AGUSTUS 2012 | 23:21 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Masyarakat Jakarta yang akan memberikan suara dalam putaran kedua pemilihan gubernur DKI Jakarta bulan September mendatang diharapkan menilai semua kandidat, terutama Joko Widodo yang sedang diterpa sejumlah isu, dengan objektif.

Penilaian objektif itu hanya bisa diberikan apabila Jokowi membantu masyarakat dengan memberikan penjelasan terhadap isu-isu yang berkembang itu.

"Saat ini, ada dua isu hangat yang menyeruak ke publik. Pertama, berkenaan dengan dugaan penyalahgunaan anggaran APBD Solo. Kedua, berkaitan dengan pembagian dana bansos Pemkot Solo yang tidak adil," ujar politik FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Saleh Daulay, ketika dihubungi sesaat lalu (Rabu malam. 22/8).

Bila isu pertama tidak diklarifikasi, dikhawatirkan nama baik Jokowi akan rusak. Isu pertama ini sedikit banyak akan berimplikasi pada perolehan suara Jokowi di putaran kedua. Apalagi, isu ini telah menjadi wacana di banyak media.

Sementara bila isu kedua tidak dijawab, dikhawatirkan akan muncul isu diskriminasi terhadap umat Islam di Solo dan di Jakarta pada masa yang akan datang. Tentu hal ini sangat tidak menguntungkan Jokowi. Apalagi, isu ini kelihatannya sedikit berbau SARA.

"Menurut saya, diamnya Jokowi tidak bernilai emas. Justru dengan mendiamkan isu-isu itu, masyarakat akan bebas memberikan tafsir sendiri. Sebagai sebuah tafsir, masyarakat bisa menilai benar dan juga salah," ujar Saleh lagi.

Saleh juga meminta Jokowi mengurungkan niat memimpin DKI Jakarta bila kedua isu itu ternyata benar.

"Pasalnya, kedua masalah itu adalah merupakan bentuk kegagalan Jokowi dalam memimpin Solo. Orang bisa saja menganggap ini masalah kecil. Namun karena Solo adalah kota kecil, maka masalah seperti ini merupakan masalah besar," demikian Saleh. [zul]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya