Berita

jokowi

Mustofa: Saya Kuatir Nanti Pendukung Jokowi Lebih Marah Lagi

RABU, 22 AGUSTUS 2012 | 10:01 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pengamat sosial-politik Mustofa B. Nahrawardaya Tidak mau membeberkan data alokasi Bantuan Sosial (Bansos) Pemerintah Kota Solo untuk tahun anggaran 2010 dan 2011. Dia kuatir dituduh sebagai pendukung Fauzi Bowo untuk menjelek-jelekkan Joko Widodo, Walikota Solo yang saat ini maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta.

"Nanti saya dituduh kampanye untuk Foke (panggilan Fauzi Bowo). Saatnya Jokowi (sapaan akrab Joko Widodo) sendiri melaporkan (data aliran Bansos) yang 2010 dan 2011 dong," ungkap Mustofa sambil tertawa saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online (Rabu, 22/8).

"Minta ke Timsesnya Jokowi agar melaporkan Bansos 2010-2011. Kalau bersedia, insya Allah Jokowi akan naik daun!" sambung Mustofa.

Sebelumnya, Mustofa membeberkan, alokasi dana Bansos Pemkot Solo tahun 2009, 71,88 persen dari anggaran Rp 4,7 miliar untuk nonmuslim, selebihnya untuk muslim 28,12 persen.

Mustofa mengungkapkan itu menanggapi pernyataan Ketua Forum Umat Islam Al Khaththath di TVOne, yang menyebutkan, bahwa kalau yang jadi pemimpin itu orang Islam, umat nonmuslim itu akan diperhatikan. Mustofa menyebutkan, Jokowi sudah menjalankan apa yang disampaikan oleh Al Khaththath tersebut.

Tapi, Mustofa dituding tidak fair karena hanya mengungkap aliran dana bansos tahun 2009. Karena itu, tak sedikit yang menyebutkan, bahwa Mustofa hanya ingin menjelek-jelekkan Jokowi dengan merilis data tersebut. Tapi hal itu dibantah oleh Mustofa.

"Kalau mereka melawan saya dengan perbandingan data juga, baru saya rilis. Yang menanyakan 'mana (data) yang lain?' itu karena mereka gambling saja. Kan saya memuji Jokowi. Ntar kalau data tahun berikutnya ternyata berisi sebaliknya, mereka marah lagi," dalih Mustofa sambil tertawa. [zul]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya