Berita

presiden sby

SBY Harus Turun Tangan agar Jalan Raya Tak Lagi Menjadi 'Pencabut Nyawa'

SELASA, 21 AGUSTUS 2012 | 13:28 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sampai saat ini telah terjadi 2.985 kecelakaan lalu lintas selama mudik Lebaran 2012, berdasarkan data dari Korps Lalu Lintas Polri. Dari insiden kecelakaan itu, 512 orang meninggal dunia, 818 luka berat dan 2.781 luka ringan.

Angka tersebut diprediksi masih akan meningkat selama lebaran dan arus balik. Di antara korban terdapat anak-anak dan banyak anak yang ditinggal oleh orang tuanya yang menjadi korban.

Tragedi kemanusiaan ini terus berulang setiap tahun. Padahal, segala daya dan upaya sudah dilakukan petugas di lapangan untuk mencegah kecelakaan, tapi hasilnya tetap mengkhawatirkan.

Angkutan umum dan angkutan pribadi juga tidak luput dari resiko kecelakaan, seperti bis, kereta dan kapal laut yang melebihi kapasitas, pengaturan yang lemah dan pembiaran, terbatasnya jumlah petugas di lapangan. Mobil pribadi melebihi kapasitas, pengendara yang tidak terkontrol dan sebagainya.

Ketua Satgas Perlindungan Anak M. Ihsan menilai hal itu terjadi karena budaya tertib lalu lintas masih sangat rendah, ditambah jalur yang sangat kecil sehingga sepeda motor harus berebut jalan dengan mobil. Tak hanya itu, penyebab lain adanya pengendara ugal-ugalan, jalan rusak, parkir di bahu jalan, membuat keramaian di sepanjang jalur mudik, pasar tumpah dan kondisi buruk lainnya.

"(Karena itu), dibutuhkan kebijakan yang komprehensif dan implementatif untuk menyelamatkan ribuan nyawa manusia,"  ujarnya siang ini (Selasa, 21/8).

Menurut Ihsan, Presiden harus menyikapi tragedi tersebut sehingga ada kebijakan dan langkah kongkrit di lapangan. Banyak usulan disampaikan oleh masyarakat seperti pembatasan dan pengaturan sepeda motor. Karena 70 persen kecelakaan itu dialami pengendera sepeda motor. Pengaturan waktu istirahat dan kecepatan kendaraan umum, pelebaran dan penertiban jalur mudik. Pengawasan oleh petugas di lapangan. Penjualan tiket sesuai kapasitas, pengaturan menaiki dan selama perjalanan.

"Perhatian yang besar dari Presiden diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan dan nyawa yang melayang selama mudik. Diharapkan kerjasama seluruh petugas dan masyarakat serta pemudik untuk menyelamatkan anak Indonesia," demikian Ihsan. [zul]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya