Berita

Nudirman Munir

PENANGKAPAN HAKIM

Politikus Golkar: On The Track, KPK Memang Dibentuk untuk Bersihkan Penegak Hukum

SELASA, 21 AGUSTUS 2012 | 10:11 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Para hakim harus sadar bahwa dia adalah manusia biasa, bukan malaikat yang tidak punya salah dan khilaf.  Karena itu, wajar dalam UU Mahkamah Agung, yang baru, hakim disamakan dengan rakyat Indonesia yang lain.

"Equality before the law. Jangan minta khusus. Karena faktanya mereka juga sama. Nah artinya apa, ya dalam UU yang akan datang mereka harus bisa dihukum," ujar anggota Komisi III DPR Nudirman Munir kepada wartawan di Jakarta, Senin malam, (21/8).

Terkait penanggkapan dua hakim ad hoc oleh KPK pada Jumat lalu tepat di hari peringatan kemerdekaan RI, menurut Nudirman, sebenarnya hal itu bukan sesuatu yang terlalu hebat. Penangkapan itu hanya masalah momentum saja.

"Momennya itu kapan mereka bisa dapat. Sama saja dengan pak polisi kita. Kalau pas orang mau beduk, dia nangkep maling, masa mau dibilang "pas beduk kok maling ditangkap?" ungkapnya.

Namun politisi Golkar ini tetap mengapresiasi kinerja KPK yang sudah mulai masuk ke ranah penegak hukum.

"Kita apresiasi karena luar biasa. Dari Polri mereka bisa menjaring, dari Kehakiman mereka bisa menjaring. Dia on the track sekarang. Yang kita harapkan itu memang KPK dibentuk untuk (membersihkan) penegak hukum. Bagaimana mau membersihkan rumah yang kotor, kalau sapunya kotor," ujuarnya. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya