Berita

sby

PIDATO KENEGARAAN

Presiden Harus Sampaikan Permohonan Maaf

KAMIS, 16 AGUSTUS 2012 | 09:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pagi ini di hadapan Sidang Paripurna DPR-DPD akan menyampaikan pidato kenegaraan menyambut peringatan hari Kemerdekaan RI ke-67, besok.

Dalam pidatonya nanti, Presiden diharapkan menyampaikan permohonan maaf kepada para korban dalam serangkaian peristiwa berdarah di beberapa daerah belakangan ini. Seperti, perisitiwa bentrok di Mesuji, Lampung, Pelabuhan Sape, Bima, dan aksi kekerasan yang terjadi di Papua.

Pasalnya, mestinya, di usia kemerdakaan yang sudah lebih dari setengah abad ini, peristiwa semacam itu, tidak terjadi lagi.

"Presiden harus meminta maaf atas peristiwa-peristiwa di atas. Perisitiwa ini terjadi diduga karena pemerintah tidak hadir; intelijen tidak berfungsi untuk mengantisipasi timbulnya peristiwa-peristiwa tersebut. (Presiden juga) masih belum dapat menciptakan lapangan kerja sesuai dengan janji kampanyenya," ungkap Sekretaris Fraksi Hanura Saleh Husin kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Kamis, 16/).

Selain itu, Fraksi Hanura, sambung Saleh, berharap agar arah kebijakan anggaran untuk tahun 2013, pemerintah lebih menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur dan juga memperhatikan kenaikan gaji PNS, TNI/ Polri, dan hakim. "(Pemerintah) juga (diharapkan) dapat memberikan insentif dalam rangka menarik investor guna dapat menciptakan lapangan kerja," demikian Saleh. [zul]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya