Berita

presiden sby/ist

Mantan Sesmilpres: Ada Alternatif Lebih Elok daripada Menginterupsi Pidato Kenegaraan

KAMIS, 16 AGUSTUS 2012 | 07:43 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan anggota DPR dan DPD pada pagi hari ini (Kamis, 16/8). Dilanjutkan malam pukul 20.00 WIB, Presiden  akan menyampaikan nota keuangan APBN dihadapan anggota DPR RI.

Agenda itu tengah berada dalam ancaman isu rencana interupsi dari anggota Dewan terkait banyaknya kasus hukum, isu politik dan sengketa antar lembaga penegak hukum yang tidak kunjung tuntas sehingga isunya menjadi bola salju.

Beberapa anggota DPR sudah melontarkan wacana interupsi pidato tersebut walaupun akhirnya ditentang keras juga oleh sebahagian mereka. Ada isu-isu penting yang jadi sorotan seperti kasus korupsi simulator ujian SIM yang jadi sengketa Polri-KPK, dan paling anyar adalah isu keterlibatan SBY dalam perencanaan bailout Century.


Mantan ajudan Presiden dan Sekretaris Militer Presiden yang kini menjabat pimpinan Komisi I DPR, Mayjen (Purn) TB Hasanuddin, menyampaikan pandangan dan jalan tengah merespons keinginan interupsi dari sebagian rekan-rekannya terhadap pidato kenegaraan Presiden ini.

"Kurang elok kalau pidato itu diinterupsi. Pidato presiden besok lebih banyak nuansa seremoni kenegaraannya. Dan itu dihadiri oleh banyak tamu asing dan pejabat tinggi negara lain. Akan jadi preseden buruk bagi kita kalau terjadi interupsi itu," ujarnya saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online beberapa waktu lalu (Kamis, 16/8).

Namun dia memahami keinginan para anggota parlemen untuk segera mendapat jawaban langsung dari presiden terkait banyak isu politik dan hukum yang secara langsung menyeret presiden ke dalamnya. Untuk itu, dia menawarkan jalan tengah.

"Menurut saya, kalau memang kehendak bertanya kepada presiden itu sudah sangat kuat, bisa dirancang sebuah forum sendiri di luar agenda pidato kenegaraan tersebut. Misalnya, beberapa waktu setelah presiden pidato dan para tamu kehormatan sudah pulang, kedua pihak sepakat menggelar forum khusus tanya jawab antara presiden dan DPR. Saya kira itu lebih elok daripada menginterupsi pidato kenegaraan," tuturnya menyarankan. [ysa]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya