Berita

presiden sby/ist

Tiga Hal yang Wajib Diuraikan SBY Saat Pidato Kenegaraan

SENIN, 13 AGUSTUS 2012 | 20:07 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 16 Agustus mendatang diharapkan dapat memberi terang pada rakyat tentang apa langkah-langkah konkret yang sudah dilakukan pemerintahannya dalam penegakan hukum.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Martin Hutabarat, mengatakan, pemerintahan SBY saat ini dihadapkan pada realitas bahwa lebih dari setengah pejabat negara yaitu Gubernur, Bupati, maupun Walikota terjerat kasus korupsi dan kasus hukum lainnya.

"Sebagian malah sudah masuk penjara," katanya dalam pesan singkat yang diterima Senin malam (13/8)


Hal kedua adalah bagaimana usaha efektif dan nyata dari Presiden SBY agar tidak terjadi kongkalikong antara Eksekutif dengan Legislatif dan BUMN yang menggerogoti uang negara, seperti pernah dikeluhkan SBY pada rapat kabinet beberapa waktu lalu.

Soal ketiga, SBY mesti memberikan penjelasan mengaoa konsistensi penegakan hukum masih amat buruk, sehingga memberi kesan hanya berpihak pada kelompok elite dan berpunya.

Begitu juga kasus korupsi di institusi penegak hukum, seperti kasus pengadaan simulator untuk ujian SIM yang masih penuh kekisruhan dalam sengketa penanganan antara  Polri dan KPK.

"Ketiga hal di bidang hukum itulah yang ditunggu masyarkat luas agar bisa dijelaskan Presiden dalam pidato kenegaraan Kamis depan," tandasnya.

Martin mengkhawatirkan akan banyak interupsi dari para anggota Dewan bila Pidato Kenegaraan SBY tidak memberikan penjelasan terang benderang pada hal-hal di atas. [ald]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya