Berita

hatta rajasa

Bulat Capreskan Hatta Rajasa, PAN Tak Khawatir dengan Berbagai Temuan Survei

SENIN, 13 AGUSTUS 2012 | 03:23 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sebagai partai yang lahir dari rahim reformasi, PAN diyakini dapat cepat beradaptasi mencari solusi. Tekad PAN yang secara tegas mengusung Sang Ketua Umum Hatta Rajasa sebagai capres juga tentu bukan tekad setengah hati.

"Karna inilah saat PAN membuktikan diri sebagai partai rakyat dengan bekerja, bekerja dan bekerja," ujar Ketua Umum DPP Barisan Muda (BM) Penegak Amanat Nasional (PAN) Pertama, Abdul Rasyid, kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 12/8).

Gairah ini, jelas Rasyid, terlihat jelas, bagaimana PAN menjalankan program-program merakyat, seperti yang baru dilaksanakan, Pasar Anak Negeri dan lain-lain yang sangat diterima dan telah membawa banyak manfaat bagi rakyat Indonesia. 

Belum lagi sosok Ketua Umum PAN Hatta Rajasa yang saat ini menjadi Menko Perekonomian, telah teruji serta memiliki kemampuan, pengalaman dan prestasi yang dapat dirasakan langsung pada kemajuan perekonomian Indonesia.

"Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari informasi survei yang ada. Semua itu sekali lagi membuat PAN semakin solid bekerja, bekerja dan bekerja untuk mencapai hasil pemilu 2 digit dan mencalonkan Hatta Rajasa sebagai Presiden RI 2014," demikian Rasyid.

Sebelumnya, dia mengatakan, hasil survei harus disikapi sebagai informasi. Karena hasil survei bukan putusan final. Rasyid mengingatkan fenomena Golkar yang sempat dihujat di awal reformasi tapi saat ini menjadi partai yang diperhitungkan.

Kedua fenomena hasil pemilihan kepala daerah DKI Jakarta pada putaran pertama. Yaitu, perolehan suara pasangan Joko Widodo dan Basuki T. Purnama jauh di atas prediksi hasil survei dibanding perolehan incumbent, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.

"Hal ini menunjukkan bahwa, pertama, hasil survei harus menjadi evaluasi, catatan untuk sebuah perbaikan baik internal maupun ekternal dan kedua, hasil survei juga menjadi momentum untuk menerapkan strategi baru," ungkapnya.

Rasyid mengungkapkan itu saat dimintai tanggapan hasil survei Jariangan Suara Indonesia yang menempatkan PAN pada posisi keempat setelah Golkar, PDIP dan Demokrat. Sementara Hatta Rajasa, masih berdasarkan survei JSI, tokoh yang paling dinilai pantas menjadi capres setelah Prabowo Subianto.

Sedangkan berdasarkan temuan Centre for Strategic and International Studies (CSIS), yang dipublikasi sebelumnya, Partai Golkar mendapat 18 persen suara; PDIP 11,6 persen dan disusul partai Demokrat mendapat 11,1 persen. Sementara partai lainnya, seperti Gerindra mendapat 5,2 persen, PPP mendapat dukungan sebanyak 3 persen, PKB 2,8 persen, PKS 2,2 persen, dan PAN 2 persen. [zul]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya