Berita

setya novanto/ist

Saatnya Ical Tertibkan Kader Asbun

SABTU, 11 AGUSTUS 2012 | 21:06 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ketua Fraksi Golkar Setya Novanto dipertanyakan karena pernyataan dia yang tidak konsisten mengenai status keanggotaan Zulkarnaen Djabar di Partai Golkar.

Pada Kamis malam (9/8), Setya mengatakan bahwa tersangka kasus korupsi Al Quran itu telah mengundurkan diri dari Partai Golkar. Keesokan harinya dia luruskan, bahwa pentolan MKGR itu hanya mundur dari keanggotaan Banggar (Badan Anggaran) DPR. Itu pun karena merupakan ketentuan partai, apabila ada kader yang menjadi tersangka kasus hukum, otomatis dia harus mundur dari jabatan pada lembaga kelengkapan Dewan.

Isunya, pernyataan Novanto itu sangat mengejutkan dan memukul perasaan Zulkarnain Djabar yang masih anggota DPR di Komisi VIII. Zulkarnain kabarnya tidak terima pernyataan Setya Novanto yang dianggap terlalu lancan. Pernyataan sang ketua fraksi memantik ketegangan di internal Golkar.


Ada yang menyayangkan, Ketua Fraksi ternyata kurang arif. Di sisi lain, pernyataan terburu-buru itu berpotensi merusak citra Golkar, bahkan bisa merembet kepada pencitraan Ical sebagai capres.

Tokoh senior Partai Golkar Zainal Bintang, yang dihubungi beberapa saat lalu untuk mengomentari hal itu menegaskan dirinya tidak mau ikut campur. Wakil Ketua Wantim Ormas MKGR itu mengatakan, lebih baik masyarakat yang menilai sendiri kualitas elite Golkar yang gegabah membuat pernyataan penting di media massa dan menyangkut nasih sesama kader.

"Ini saatnya bagi Ical (ketum Golkar) menertibkan kader yang cuma bisa asal bunyi alias asbun," singkat Bintang beberapa saat lalu (Sabtu, 11/8).[dem]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya